Bappenas-Kemenimipas Genjot Hilirisasi Kelapa untuk Minyak Goreng
Senin, 15 September 2025 | 15:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendorong hilirisasi komoditas kelapa untuk memperkuat pasokan minyak goreng nasional sekaligus membuka peluang pengembangan produk turunan bernilai tambah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, kelapa telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan minyak goreng. Namun, lemahnya industrialisasi membuat rantai pasok kelapa tidak berkembang optimal.
“Begitu ada masalah produksi minyak sawit, suplai minyak goreng langsung terganggu karena kita tidak punya rantai pasok minyak kelapa,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Rachmat menambahkan, hilirisasi kelapa tidak hanya untuk menjamin kebutuhan minyak goreng, tetapi juga mendorong diversifikasi produk.
Potensi pengembangannya mencakup pembibitan, kerajinan dari daun, batok, dan sabut, hingga virgin coconut oil (VCO) yang bisa digunakan untuk kosmetik maupun farmasi.
Ke depan, Bappenas akan menggandeng industri farmasi agar VCO dapat diolah lebih lanjut menjadi produk kapsul maupun botol siap edar.
“Kalau sudah masuk rantai pasok seperti itu, Indonesia bisa bersaing di supply chain global,” ucapnya.
Selain aspek ekonomi, program ini juga diharapkan memberi dampak sosial. Penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) akan mendapat pelatihan keterampilan olahan kelapa agar bisa dimanfaatkan setelah bebas.
Menurut Rachmat, Indonesia memiliki peluang besar karena merupakan salah satu produsen dan eksportir kelapa terbesar di dunia, bersaing dengan Filipina.
Dengan garis pantai yang panjang, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam untuk mendukung industrialisasi kelapa.
Saat ini, hilirisasi kelapa telah masuk dalam program strategis nasional (PSN).
“Dengan menjadikannya PSN, kita bisa meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan serta industri berbasis kelapa,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan, pihaknya turut mendukung pengembangan kelapa. Hingga kini, pihaknya telah menanam 360.700 pohon kelapa di seluruh Indonesia, salah satunya di Lapas Terbuka Nusa Kambangan.
“Terkait hilirisasi, kami sudah siapkan penanaman serentak nasional 360.700 pohon kelapa di Indonesia. Saya sampaikan kepada pegawai, kalau memang tidak punya lahan serahkan ke masyarakat. Kami hitung-hitung kalau 1 hektare 250 pohon dari 360.700 itu, kami menanam kelapa di 1.443 hektar. Mudah-mudahan bisa menjadi lebih produktif,” jelasnya.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman perencanaan dan percepatan program hilirisasi kelapa, Agus meminta kepala lapas, kepala rumah tahanan (karutan), hingga kanwil yang memiliki potensi produksi kelapa untuk melakukan pembibitan sesuai arahan Bappenas.
“Pembibitan itu mudah-mudahan nanti kita bisa distribusikan ke daerah yang membutuhkan supaya kita bisa menjalankan program hilirisasi kelapa ini dengan baik,” katanya.
Agus menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga.
“Saat di Nusa Kambangan, Pak Dirjen Pangan dari Kementerian Pertanian menyampaikan mereka juga mendapatkan amanah untuk menjalankan program hilirisasi kelapa. Artinya, nanti kita akan bersama dengan Kementerian Pertanian, kemudian Bappenas, nanti kita akan kembangkan. Saya rasa perlulah kita bergandengan tangan semua untuk bisa mensukseskan program hilirisasi kelapa ini,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




