Vietnam Ajukan Negosiasi Tarif Trump, Apa Hasilnya?
Senin, 27 Oktober 2025 | 06:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Amerika Serikat dan Vietnam akan memfinalisasi kesepakatan perdagangan dalam beberapa pekan mendatang dengan mempertahankan tarif 20% atas sebagian besar produk Vietnam.
Sementara sejumlah komoditas tertentu akan mendapatkan pengurangan bea masuk hingga 0% yang akan ditetapkan kemudian. Sebagai imbalannya, Vietnam berkomitmen memberikan preferential access bagi hampir seluruh produk asal AS.
Seperti dilansir dari Reuters, kedua negara menyatakan telah menyepakati kerangka perjanjian yang menekankan perdagangan yang “resiprokal, adil, dan seimbang” antara AS dan Vietnam, menurut pernyataan bersama yang dirilis Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump pada Juli sebelumnya mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 20% terhadap berbagai produk Vietnam serta bea 40% bagi barang yang melakukan trans-shipment melalui Vietnam dari negara ketiga. Dalam kesepakatan terbaru, AS tetap mempertahankan tarif 20%, tetapi akan mengidentifikasi produk Vietnam yang bisa mendapat pengecualian.
Gedung Putih menyebut kesepakatan ini akan memberikan akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pelaku ekspor kedua negara. Tahun lalu, Vietnam mencatat surplus dagang sebesar US$ 123 miliar terhadap AS yang merupakan pasar ekspor terbesar bagi negara tersebut.
Dalam beberapa minggu ke depan, kedua negara akan menuntaskan naskah perjanjian untuk ditandatangani dan menyelesaikan prosedur domestik sebelum mulai diberlakukan.
Selain tarif, AS dan Vietnam juga sepakat menangani hambatan nontarif yang selama ini mengganjal akses pasar. Vietnam akan menerima kendaraan yang memenuhi standar keselamatan dan emisi AS, memperbaiki aturan perizinan impor perangkat medis, serta mempercepat persetujuan regulasi untuk produk farmasi asal AS. Vietnam juga akan melaksanakan penuh kewajiban terkait perlindungan kekayaan intelektual sesuai perjanjian internasional yang berlaku.
AS dan Vietnam sepakat meningkatkan kerja sama memperkuat ketahanan rantai pasok, termasuk upaya pencegahan duty evasion dan kolaborasi dalam pengendalian ekspor.
Vietnam dalam beberapa bulan terakhir juga menambah impor dari AS untuk memperkecil defisit neraca dagang AS. Vietnam Airlines telah menyepakati pembelian 50 pesawat dari Boeing dengan nilai lebih dari US$ 8 miliar.
Selain itu, perusahaan Vietnam meneken 20 nota kesepahaman dengan perusahaan AS untuk pembelian komoditas agrikultur dengan estimasi nilai lebih dari US$ 2,9 miliar.
Berdasarkan data bea cukai Vietnam, nilai perdagangan bilateral dalam sembilan bulan pertama 2025 naik 27% menjadi US$ 126,4 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu. Surplus Vietnam terhadap AS dalam periode tersebut melebar menjadi US$ 99,1 miliar dari sebelumnya US$ 77,2 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




