ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RMKE Perkuat Kinerja Kuartal III 2025 dengan Ekspansi Infrastruktur Hauling Road

Kamis, 6 November 2025 | 16:45 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Jalur hauling road menghubungkan lokasi tambang (hulu) dengan Pelabuhan Kramasan Musi 2 (hilir).
Jalur hauling road menghubungkan lokasi tambang (hulu) dengan Pelabuhan Kramasan Musi 2 (hilir). (RMKE)

Jakarta, Beritasatu.com - PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ) kembali menyelenggarakan public expose tahunan sebagai wujud transparansi untuk memberikan informasi terkini kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas mengenai perkembangan dan strategi Perseroan. Agenda ini dihadiri oleh manajemen Perseroan Vincent Saputra selaku Direktur Utama dan Jennifer Angeline selaku Direktur Keuangan.

Pada awal tahun 2025, RMK Energy Tbk (RMKE) berhasil menyelesaikan pembangunan fasilitas jalur hauling road yang terintegrasi, menghubungkan lokasi tambang (hulu) dengan Pelabuhan Kramasan Musi 2 (hilir). Fasilitas ini telah terhubung dengan dua tambang baru, yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU). Selain itu, RMKE juga berhasil menjalin kerjasama pengelolaan lahan bersama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC IJ) melalui  PT Medco E&P Lematang dan beberapa pihak untuk mengembangkan jaringan konektivitas fasilitas hauling road dengan tambang-tambang potensial di wilayah Sumatera Selatan.

RMKE Muat 5,7 Juta Ton Batu Bara hingga September 2025

ADVERTISEMENT

Sepanjang periode hingga September 2025, RMKE memuat total 5,7 juta ton batu bara ke kapal tongkang, atau mengalami penurunan sebesar 9,2% dibandingkan periode tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan batubara pada semester pertama tahun ini.

Meski demikian, tren positif mulai terlihat di kuartal ketiga 2025 dengan volume muatan mencapai 2,1 juta ton. Peningkatan ini didukung oleh meningkatnya permintaan menjelang musim dingin serta kontribusi dari fasilitas hauling road yang baru beroperasi dan menambah volume pengangkutan sebesar 724,4 ribu ton hingga September 2025.

Di sisi lain, segmen penjualan batu bara masih menghadapi tantangan berupa penurunan volume dan harga terutama pada semester pertama tahun ini. Hingga September 2025, RMKE berhasil menjual sebanyak 1,1 juta ton batubara dengan harga jual rata-rata sebesar Rp 559,6 ribu per ton, atau terkoreksi 8,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan Usaha Mulai Tumbuh 5,7% YoY pada 3Q 2025

Walaupun pendapatan usaha secara total turun 36,1% YoY akibat melemahnya segmen penjualan batu bara, pada kuartal ketiga 2025 pendapatan perusahaan menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,7% dibandingkan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Pendapatan ini berasal dari segmen penjualan dan jasa pengangkutan batu bara, masing-masing berkontribusi sebesar 53,5% dan 46,5%.

Segmen jasa pengangkutan batu bara menopang peningkatan margin laba perusahaan. Hingga September 2025, RMKE mencatat laba kotor sebesar Rp 237,6 miliar, yang sebagian besar berasal dari segmen jasa (81,2%). Laba bersih mencapai Rp 138,2 miliar dengan margin laba bersih meningkat dari 10,1% menjadi 12,3%, berkat efisiensi dan kontribusi dari segmen jasa.

Pada kuartal ketiga 2025, RMKE menerbitkan obligasi sebesar Rp 400 miliar untuk modal kerja guna menjamin pasokan batu bara. Dengan dampak aksi korporasi ini, total liabilitas meningkat sebesar 26,3% menjadi Rp 811,4 miliar, namun rasio utang terhadap ekuitas (DER) tetap stabil di level 0,3 kali. Pertumbuhan ekuitas mencapai 7,1% dan peningkatan total aset sebesar 12,4% terutama didukung oleh peningkatan persediaan batu bara untuk mengantisipasi musim dingin akhir tahun.

Direktur PT RMK Energy Tbk Jennifer Angeline Djamin menyampaikan bahwa tren keuangan positif di kuartal ketiga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalisasi operasi dan diversifikasi pendapatan, meskipun pasar batu bara menghadapi tantangan.

“Kami tetap fokus pada pengembangan operasi dan menjaga rasio keuangan yang kuat, serta meningkatkan pendapatan jasa dan efisiensi operasional,” ungkap Jennifer.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk Vincent Saputra juga menyampaikan bahwa perusahaan telah mengoptimalkan investasi fasilitas yang terintegrasi dari tambang hingga pelabuhan dan berencana mengembangkan konektivitas jalur hauling road dengan tambang-tambang potensial lainnya di Sumatra Selatan.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak akan menjadi kunci dalam pengembangan jaringan ini, sekaligus memanfaatkan potensi lahan secara optimal,” jelas Vincent.

“Melalui kolaborasi strategis, RMKE berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing industri pertambangan di wilayah Sumatra Selatan, sekaligus berkontribusi terhadap program pemerintah dalam hal ketahanan energi dengan biaya yang kompetitif di tengah tekanan penurunan harga batubara dan kondisi ekonomi yang belum stabil,” tutup Vincent.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RMKE Mulai Bukukan Pendapatan dari Fasilitas Hauling Road Baru

RMKE Mulai Bukukan Pendapatan dari Fasilitas Hauling Road Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon