ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Emas Dunia Anjlok, Tren Pelemahan Masih Akan Berlanjut

Sabtu, 15 November 2025 | 15:13 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis.
Daftar negara yang menggunakan emas sebagai cadangan strategis. (Pexels/Zlaťáky.cz)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas global merosot tajam pada perdagangan Jumat (14/11/2025). Logam mulia tersebut terkoreksi 2,08% ke posisi US$ 4.084,56 per troi ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sesi di US$ 4.211,06. Namun, emas masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 2,02%.

Kegagalan emas menembus area psikologis US$ 4.200 disebut memicu sentimen bearish jangka pendek.

“Ada ketidakpastian tentang ekonomi AS, tarif, dan pergerakan suku bunga berikutnya. Emas mungkin perlu menguji ulang level terendah baru-baru ini di US$ 3.930 sebelum pemulihan yang meyakinkan,” ujar Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day dikutip dari Kitco News, Sabtu (15/11/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa koreksi saat ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama karena faktor fundamental emas masih kuat.

Analis Kitco Metals Jim Wyckoff juga melihat tekanan jangka pendek kembali meningkat. Menurutnya, optimisme investor melemah dan grafik teknikal jangka pendek sedikit memburuk, sehingga peluang harga emas turun minggu depan masih terbuka.

Para analis menilai penurunan harga emas turut dipicu berakhirnya penutupan pemerintah Amerika Serikat. Kekhawatiran kini muncul di kalangan ekonom mengenai kualitas data ekonomi yang diduga terganggu selama penutupan berlangsung.

Minimnya data yang kredibel membuat Federal Reserve tidak memiliki pijakan kuat untuk bersikap akomodatif. Situasi ini bisa membuat bank sentral menahan diri untuk menurunkan suku bunga bulan depan.

Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi kurang dari 50%, dibandingkan ekspektasi pelonggaran lebih dari 90% sebelumnya.

Analis FxPro Alex Kuptsikevich,mengatakan bahwa katalis kenaikan emas mulai memudar.

“Melemahnya dolar AS dan rumor The Fed akan melanjutkan pembelian aset memang sempat mendongkrak emas. Namun, Kamis dan Jumat menunjukkan bahwa ini bukan lagi jalan satu arah,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

EKONOMI
Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon