ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Alat Pemindai Peti Kemas Perketat Keamanan Bea Cukai di Pelabuhan

Jumat, 12 Desember 2025 | 13:39 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Ilustrasi ekspor dan impor di pelabuhan.
Ilustrasi ekspor dan impor di pelabuhan. (Antara/Andry Denisah)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus menggenjot pembenahan di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, salah satunya dengan meresmikan pemindai peti kemas baru di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat siang (12/12/2025).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, upaya ini adalah bagian dari transformasi menyeluruh Bea Cukai agar lebih modern, transparan, dan mampu menutup celah praktik penyelundupan.

“Dahulu urusan Bea Cukai bikin deg-degan, sekarang yang deg-degan justru oknum penyelundup,” ujar Purbaya dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, peralatan baru ini dilengkapi teknologi Radiation Portal Monitor, yang mampu mendeteksi bahan berbahaya dan radioaktif tanpa membuka kontainer. Proses pemeriksaan pun diklaim semakin cepat dan efisien.

“Pemeriksaannya cepat, akurat, aman, dampaknya langsung,” tegasnya.

Tak hanya pemindai fisik, Bea Cukai juga memperkenalkan sejumlah teknologi digital seperti SSR Mobile dan Trade AI yang dikembangkan secara internal dalam dua minggu terakhir. Sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) itu mampu mendeteksi praktik under-invoicing, over-invoicing, hingga potensi pencucian uang.

“Trade AI ini baru dikembangkan dua minggu. Tadinya saya pikir beli, ternyata bikin sendiri. Jadi orang Bea Cukai cukup pinter, tinggal digebukin aja. Gebuk-gebuk, dua minggu keluar,” kata Purbaya disambut tawa peserta.

Purbaya mengungkap, Trade AI sudah diuji terhadap ratusan pemberitahuan impor barang (PIB) dan berhasil mendeteksi potensi kekurangan bayar miliaran rupiah secara otomatis.

Ia menyebut sistem ini sebagai salah satu alat penting untuk membalik citra Bea Cukai yang selama ini dianggap lambat dan rentan kebocoran.

“Dahulu pelayanan Bea Cukai dinilai lambat, sekarang malah AI-nya yang diminta jangan terlalu cepat,” ucapnya.

Purbaya berharap reformasi ini bukan hanya meningkatkan efektivitas pengawasan, tapi juga memperbaiki citra lembaga. Ke depan, pengawasan berbasis data dan otomatisasi ini diyakini mampu menekan penyimpangan oleh aparat maupun pelaku usaha.

“Dengan pemindai baru, dengan SSR Mobile, dengan Trade AI, pengawasan kepabeanan kita menjadi naik kelas. Ini akan menjadi lebih adaptif, lebih berbasis data, dan kita lebih bisa mengawasi dengan lebih mudah pegawai-pegawai kita di lapangan,” jelasnya.

Ia menekankan, perubahan ini adalah keharusan, bukan pilihan. Bea Cukai diminta membuktikan diri mampu bersih dan profesional di tengah sorotan publik.

“Karena ada ancaman juga, kalau enggak bisa beres, awas,” tegasnya.

Purbaya pun menargetkan wajah Bea Cukai akan jauh berbeda pada Maret 2026 mendatang. Ia berencana mengundang media untuk menyaksikan langsung kecanggihan sistem yang sedang dibangun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon