Proyeksi Harga Bitcoin 2026: Tembus US$ 250.000 atau Rontok
Kamis, 1 Januari 2026 | 17:04 WIB
“Pada 2025, pasar menunjukkan bahwa Bitcoin semakin memperlihatkan karakteristik sebagai aset berisiko dalam sistem keuangan global, dengan korelasi yang cukup kuat terhadap pasar saham AS dalam beberapa periode,” ujar Linh Tran, analis pasar senior di XS.com.
Proyeksi 2026
Dikutip dari CoinMarketCap, sejumlah tokoh memandang Bitcoin berpotensi melonjak tajam pada 2026. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai US$ 250.000, dengan alasan suplai yang terbatas serta adopsi berkelanjutan oleh institusi dan korporasi besar.
Pandangan serupa disampaikan investor dan penulis Robert Kiyosaki, yang melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai langka di tengah ketidakstabilan mata uang fiat.
Sementara itu, salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes, memperkirakan Bitcoin bisa menembus US$ 200.000 pada Maret 2026, dengan catatan likuiditas global tetap longgar. Prediksinya lebih menitikberatkan pada dinamika moneter global ketimbang adopsi jangka panjang.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memproyeksikan Bitcoin berada di kisaran US$ 180.000 pada akhir 2026. Ia menilai kepastian regulasi dan penerimaan institusional menjadi pendorong utama, bukan semata spekulasi pasar.
Sementara itu, sejumlah lembaga dan analis mulai menurunkan ekspektasi. Kepala riset Fundstrat, Tom Lee, merevisi targetnya dari US$ 250.000 menjadi US$ 150.000–US$200.000 pada awal 2026. Ia menilai ETF Bitcoin spot mencerminkan pergeseran alokasi jangka panjang, bukan lonjakan permintaan sesaat.
Bank Standard Chartered juga memangkas proyeksi dari US$ 300.000 menjadi US$ 150.000, dengan alasan adopsi oleh kas korporasi berjalan lebih lambat dan ketergantungan pada arus dana ETF meningkat. Lembaga riset Bernstein menyampaikan pandangan serupa, menilai US$ 150.000 sebagai target realistis untuk 2026.
Presiden Bitwise, Katherine Dowling, juga menyebut level tersebut masuk akal, didukung kemajuan regulasi, kondisi moneter, dan partisipasi institusi yang berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




