Proyeksi Harga Bitcoin 2026: Tembus US$ 250.000 atau Rontok
Kamis, 1 Januari 2026 | 17:04 WIB
Pandangan Hati-hati dan Fase Konsolidasi
Tidak semua pihak yakin reli akan berlanjut. Direktur global macro Fidelity, Jurrien Timmer, menyebut 2026 berpotensi menjadi “tahun jeda” dalam siklus empat tahunan Bitcoin. Ia memperkirakan fase konsolidasi dengan kisaran US$ 65.000–US$ 75.000.
CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten menyampaikan optimisme moderat. Ia menilai peluang Bitcoin bertahan di atas US$ 125.000 pada 2026 cukup besar, meski volatilitas dan koreksi tetap tak terhindarkan.
Sementara iru, firma analitik CryptoQuant menyoroti risiko dari data on-chain. Perlambatan arus dana ETF atau meningkatnya aksi jual penambang dapat melemahkan harga. Dalam skenario tersebut, model CryptoQuant menunjukkan potensi penurunan ke sekitar US$ 70.000, bahkan hingga US$ 56.000 sebelum menemukan dukungan kuat.

Analis teknikal Peter Brandt memperingatkan, kerusakan struktur teknikal jangka panjang bisa memicu koreksi lebih dari 70%, membawa harga mendekati US$ 25.000. Pandangan paling pesimistis datang dari analis Bloomberg Intelligence Mike McGlone, yang memperkirakan Bitcoin berisiko turun hingga US$ 10.000 apabila likuiditas mengetat dan permintaan spekulatif memudar.
Lebarnya rentang proyeksi harga Bitcoin 2026 menegaskan bahwa pasar berada di titik persimpangan. Kubu optimistis meyakini ETF dan akses institusional menandai perubahan struktural permanen. Sebaliknya, pandangan bearish menilai Bitcoin masih sangat sensitif terhadap siklus likuiditas dan rawan koreksi tajam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




