ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Siap Luncurkan Proyek Waste to Energy di 34 Titik

Selasa, 6 Januari 2026 | 21:57 WIB
CS
AD
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: AD
Terlihat sejumlah alat berat tengah merapikan tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 22 Desember 2025.
Terlihat sejumlah alat berat tengah merapikan tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 22 Desember 2025. (Beritasatu.com/Ahmad Baihaqi)

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah segera memulai proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada awal 2026. Proyek tersebut akan menyasar 34 titik di seluruh Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, proyek waste to energy akan difokuskan di daerah dengan volume timbunan sampah harian yang tinggi setiap harinya.

"Waste to energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari," kata Prasetyo di sela-sela retret menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

Proyek waste to energy diharapkan dapat mengurangi beban lingkungan, menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah, sekaligus meningkatkan pasokan tenaga listrik nasional.

"Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," ujar Prasetyo.

Proyek waste to energy merupakan satu dari 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pemerintah pada periode Januari hingga Maret 2026.

Sebanyak 18 proyek hilirisasi tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan dan diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp 600 triliun. Pembangunan proyek-proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

PSEL merupakan proses pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi untuk menghasilkan energi, seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif.

Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi nasional, mengurangi volume sampah terbuka, serta menekan ketergantungan terhadap energi konvensional seperti batu bara.

Prasetyo menambahkan, pemerintah juga segera melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

DME menjadi salah satu wujud hilirisasi batu bara dengan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi gas alternatif guna menekan kebutuhan impor LPG.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sampah Bisa Jadi Potensi Besar Sumber Energi Alternatif

Sampah Bisa Jadi Potensi Besar Sumber Energi Alternatif

NASIONAL
Menteri Hanif Percepat Pembangunan Pengelolaan Sampah Jadi Energi

Menteri Hanif Percepat Pembangunan Pengelolaan Sampah Jadi Energi

BANTEN
Ratas di Hambalang, Prabowo Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik

Ratas di Hambalang, Prabowo Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik

EKONOMI
VKTR Perkuat TKDN dan Pasok 152 Bus Listrik Transjakarta

VKTR Perkuat TKDN dan Pasok 152 Bus Listrik Transjakarta

EKONOMI
24 Perusahaan dari China hingga Prancis Ikuti Tender PSEL Danantara

24 Perusahaan dari China hingga Prancis Ikuti Tender PSEL Danantara

EKONOMI
Proyek Waste to Energy Tangerang mulai 2026, Lahan Sudah Siap

Proyek Waste to Energy Tangerang mulai 2026, Lahan Sudah Siap

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon