Pemerintah Siap Luncurkan Proyek Waste to Energy di 34 Titik
Selasa, 6 Januari 2026 | 21:57 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah segera memulai proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada awal 2026. Proyek tersebut akan menyasar 34 titik di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, proyek waste to energy akan difokuskan di daerah dengan volume timbunan sampah harian yang tinggi setiap harinya.
"Waste to energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari," kata Prasetyo di sela-sela retret menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Proyek waste to energy diharapkan dapat mengurangi beban lingkungan, menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah, sekaligus meningkatkan pasokan tenaga listrik nasional.
"Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," ujar Prasetyo.
Proyek waste to energy merupakan satu dari 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pemerintah pada periode Januari hingga Maret 2026.
Sebanyak 18 proyek hilirisasi tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan dan diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp 600 triliun. Pembangunan proyek-proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
PSEL merupakan proses pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi untuk menghasilkan energi, seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif.
Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi nasional, mengurangi volume sampah terbuka, serta menekan ketergantungan terhadap energi konvensional seperti batu bara.
Prasetyo menambahkan, pemerintah juga segera melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
DME menjadi salah satu wujud hilirisasi batu bara dengan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi gas alternatif guna menekan kebutuhan impor LPG.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




