Banjir Pekalongan, PT KAI Merugi Rp 3,5 Miliar
Senin, 19 Januari 2026 | 09:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Banjir melanda Pekalongan memaksa pembatalan 98 perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) merugi Rp 3,5 miliar akibat refund tiket dari 18.000 calon penumpang.
Cuaca ekstrem dan anomali rob di wilayah pesisir Jawa Tengah memicu kelumpuhan operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang. Hingga Senin (19/1/2026), sebanyak 82 perjalanan kereta penumpang dan 16 kereta barang dibatalkan akibat genangan air yang merendam jalur rel.
Direktur Utama PT KAI Boby Rasyidin menyatakan, gangguan masif ini berakar pada jebolnya tanggul laut dan luapan sungai yang mengapit perlintasan utama. Titik krusial berada di antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, serta lintasan Kaliwungu-Kalibodri. "Kami memohon maaf atas kendala ini. Eskalasi banjir akibat cuaca buruk membuat jalur tidak aman untuk dilintasi," ujar Boby.
Dampak finansial dari gangguan ini cukup signifikan. PT KAI mencatat kerugian sementara sebesar Rp 3,5 miliar hanya dari pengembalian dana (refund) tiket oleh 18.000 calon penumpang. Angka tersebut diprediksi terus bertambah seiring biaya pemulihan infrastruktur rel yang tergerus arus air.
Upaya teknis telah dilakukan dengan mengerahkan material balas sebanyak 105 meter kubik untuk meninggikan elevasi rel. Namun, penanganan terhambat oleh debit air yang masih fluktuatif di kilometer 88 hingga 89. Sebagai bentuk kompensasi, PT KAI memberikan relaksasi pengembalian tiket hingga 7 hari ke depan bagi pelanggan yang terdampak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




