ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tanggul Sungai Bremi Jebol, Pekalongan Dilanda Banjir

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:20 WIB
AU
HH
Penulis: Achmad Udin | Editor: HP
Tanggul Sungai Bremi jebol, ratusan rumah di Pekalongan terendam banjir, Jumat 27 Maret 2026.
Tanggul Sungai Bremi jebol, ratusan rumah di Pekalongan terendam banjir, Jumat 27 Maret 2026. (Beritasatu.com/Achmad Udin)

Pekalongan, Beritasatu.com - Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Bremi jebol pada Kamis (26/3/2026) sore. Peristiwa ini terjadi seusai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 20 meter dan berada di sisi selatan Sungai Bremi bagian barat. Lokasi tersebut diketahui sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan serupa.

Akibat jebolnya tanggul, air dengan cepat menggenangi permukiman warga, terutama di Kelurahan Pasirsari dan Pasirkratonkramat (PKK). Ratusan rumah di lima RW dilaporkan terdampak, dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 70 sentimeter.

ADVERTISEMENT

Salah satu warga Pasirsari, Farhan, mengaku khawatir banjir akan berlangsung lama seperti kejadian sebelumnya yang baru surut setelah satu bulan.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat aktivitas warga lumpuh dan berdampak pada kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi telah merendam ratusan rumah di wilayah PKK.

Meski demikian, hingga saat ini baru sekitar 20 warga yang mengajukan permintaan evakuasi. Mereka rencananya akan ditempatkan di lokasi pengungsian sementara di eks aula Kantor Kelurahan Kraton Kidul.

Budi mengungkapkan, tanggul Sungai Bremi tercatat telah jebol sebanyak empat kali. Tiga kejadian terjadi menjelang akhir 2025, sementara satu kejadian terjadi pada 2026, dengan interval sekitar tiga bulan.

Saat ini, BPBD masih melakukan penanganan darurat dengan membangun tanggul sementara menggunakan sandbag atau karung pasir yang diperkuat rangka bambu serta pagar sesek.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah merencanakan normalisasi Sungai Bremi dan Meduri serta pembangunan tanggul permanen pada 2027. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 700 miliar.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi permanen untuk mencegah banjir berulang yang selama ini kerap terjadi di wilayah Pekalongan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hidup dengan Banjir dan Rob, Warga Pekalongan Tak Lagi Gagap

Hidup dengan Banjir dan Rob, Warga Pekalongan Tak Lagi Gagap

JAWA TENGAH
Bulog Salurkan 13,1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir Pekalongan

Bulog Salurkan 13,1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir Pekalongan

JAWA TENGAH
Menilik Akar Bahaya Tenggelamnya Pekalongan

Menilik Akar Bahaya Tenggelamnya Pekalongan

JAWA TENGAH
Banjir Pekalongan, KAI Berencana Tinggikan Jalur hingga 50 Sentimeter

Banjir Pekalongan, KAI Berencana Tinggikan Jalur hingga 50 Sentimeter

JAWA TENGAH
Jalur Kereta Pekalongan–Sragi Terendam, Menhub Janji Perbaikan Cepat

Jalur Kereta Pekalongan–Sragi Terendam, Menhub Janji Perbaikan Cepat

NUSANTARA
Banjir Pekalongan Mulai Surut, Pengungsi Justru Bertambah

Banjir Pekalongan Mulai Surut, Pengungsi Justru Bertambah

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon