ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Pekalongan Mulai Surut, Pengungsi Justru Bertambah

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:53 WIB
AU
MA
Penulis: Achmad Udin | Editor: MA
Genangan air di Kota Pekalongan mulai surut di hampir seluruh wilayah terdampak, Selasa 20 Januari 2026.
Genangan air di Kota Pekalongan mulai surut di hampir seluruh wilayah terdampak, Selasa 20 Januari 2026. (Beritasatu.com/Achmad Udin)

Pekalongan, Beritasatu.com – Memasuki hari kelima bencana banjir, kondisi genangan air di Kota Pekalongan mulai turun di hampir seluruh wilayah terdampak. Meski begitu, beberapa titik terparah masih terendam dengan ketinggian 80–100 sentimeter.

Kepala Bidang Pencegahan BPBD Kota Pekalongan, Joko Nugroho, mengatakan penurunan banjir terjadi berkat operasional pompa maksimal. Di sisi lain, debit Sungai Bremi juga terpantau mulai menurun.

“Update perkembangan banjir, ketinggian air sudah mulai turun. Untuk sebarannya maaih seperti data sebelumnya, hanya saja genangan airnya berkurang,” kata Joko, Selasa (20/1/2026).

ADVERTISEMENT

Pengoperasian pompa juga berdampak pada genangan air di sejumlah lokasi yang mulai surut. Hal itu terlihat di sejumlah kawasan seperti Jalan Teruntung yang kini tinggal 20–30 cm, dan Kampung Baru Tirto turun menjadi 90 cm.

“Karena aliran Sungai Bremi sudah turun dari tanggul, pompa-pompa kita jalankan untuk mengeluarkan air dari permukiman. Pompa bekerja 24 jam dan membuang air kembali ke sungai,” katanya.

Minimnya hujan di wilayah hulu juga mempercepat proses surutnya genangan di wilayah Pekalongan. Namun, jumlah pengungsi akibat banjir di Pekalongan justru meningkat.

Joko menyebut warga yang bertahan di rumah selama beberapa hari akhirnya memilih mengungsi. Mereka mulai mengalami kesulitan akses memperoleh bahan kebutuhan pokok.

Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan per 19 Januari 2026 pukul 19.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 2.822 jiwa di 28 titik pengungsian. Lokasi dengan pengungsi terbanyak antara lain berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat sejumlah 453 jiwa, Masjid Alkaromah Tirto (370 jiwa), dan SDN Tirto 03 (360 jiwa).

Banjir juga menimbulkan berbagai keluhan kesehatan di kalangan pengungsi. Untuk itu, RS H Djunaid Kota Pekalongan menggelar pengobatan gratis di Aula Kecamatan Pekalongan Barat bagi para pengungsi.

“Kami mulai pengobatan gratis sejak Selasa pagi. Total ada sekitar 74 pengungsi yang berobat, mayoritas pasien dewasa,” kata Dr. Emy Widyarti, Direktur RS H Djunaid.

Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah ISPA (batuk dan pilek), gatal-gatal, diare, hipertensi, serta pegal-pegal dan pusing. Pemeriksaan juga menemukan sejumlah pasien dengan tekanan darah dan gula darah tinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanggul Sungai Bremi Jebol, Pekalongan Dilanda Banjir

Tanggul Sungai Bremi Jebol, Pekalongan Dilanda Banjir

JAWA TENGAH
Hidup dengan Banjir dan Rob, Warga Pekalongan Tak Lagi Gagap

Hidup dengan Banjir dan Rob, Warga Pekalongan Tak Lagi Gagap

JAWA TENGAH
Bulog Salurkan 13,1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir Pekalongan

Bulog Salurkan 13,1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir Pekalongan

JAWA TENGAH
Menilik Akar Bahaya Tenggelamnya Pekalongan

Menilik Akar Bahaya Tenggelamnya Pekalongan

JAWA TENGAH
Banjir Pekalongan, KAI Berencana Tinggikan Jalur hingga 50 Sentimeter

Banjir Pekalongan, KAI Berencana Tinggikan Jalur hingga 50 Sentimeter

JAWA TENGAH
Jalur Kereta Pekalongan–Sragi Terendam, Menhub Janji Perbaikan Cepat

Jalur Kereta Pekalongan–Sragi Terendam, Menhub Janji Perbaikan Cepat

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon