Bulog Salurkan 13,1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir Pekalongan
Jumat, 30 Januari 2026 | 15:32 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com – Perum Bulog kantor cabang Tegal menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana banjir di Kota Pekalongan. Penyerahan bantuan dilakukan di kantor BPBD Kota Pekalongan, sebagai bagian dari respons darurat atas bencana banjir yang masih melanda wilayah tersebut.
Kepala Perum Bulog kantor cabang Tegal Agung Rochman mengatakan bantuan yang disalurkan ke Kota Pekalongan merupakan tindak lanjut atas pengajuan pemerintah daerah yang disetujui oleh pemerintah pusat. Total beras yang disalurkan mencapai 13 ton 195 kilogram.
“Berdasarkan pengajuan dari Kota Pekalongan kepada Bappenas, kami diperintahkan kembali untuk menyalurkan cadangan beras pemerintah khusus untuk penanggulangan bencana,” ujar Agung kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Selain Kota Pekalongan, Bulog Tegal sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan CSR ke dua wilayah lain di eks Karesidenan Pekalongan, yakni Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang. Masing-masing daerah menerima bantuan satu ton beras premium.
Agung menjelaskan, penyaluran cadangan beras pemerintah merupakan bagian dari penugasan Bulog, mulai dari menyerap produksi dalam negeri, mengelola stok cadangan pangan pemerintah, hingga menyalurkannya untuk kebutuhan darurat seperti bencana alam.
“Selain untuk penanggulangan bencana, stok beras Bulog juga digunakan untuk stabilisasi harga dan program bantuan pangan pemerintah,” jelasnya.
Stok Beras Aman
Terkait ketersediaan stok, Agung memastikan cadangan beras di Bulog cabang Tegal dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras Bulog di wilayah tersebut mencapai sekitar 60.000 ton dan dipastikan mencukupi kebutuhan penyaluran rutin hingga pertengahan 2026.
“Dalam satu sampai dua bulan ke depan juga akan masuk panen raya. Bulog akan kembali menyerap gabah petani secara maksimal untuk menjaga cadangan beras pemerintah,” katanya.
Meski bencana banjir sempat merendam sejumlah area persawahan, Agung menilai dampaknya terhadap produksi beras relatif terbatas. Luasan sawah terdampak dinilai tidak signifikan sehingga tidak mengganggu produksi secara luas.
“Jawa Tengah secara umum masih surplus beras. Bahkan tahun lalu kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena berhasil menjaga swasembada,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan menambahkan respons cepat Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terdampak banjir menjadi dukungan bagi perpanjangan masa tanggap darurat bencana hingga 13 Februari 2026.
“Pengajuan kami 13 ton 195 kilogram dan alhamdulillah semuanya bisa dipenuhi. Ini sangat membantu karena pengungsi masih cukup banyak,” kata wali kota.
Saat ini jumlah pengungsi korban banjir di Kota Pekalongan ada 500 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Kelurahan Panjang Baru (PKK) dan eks Kelurahan Keraton Kidul. Kondisi cuaca yang masih ekstrem, dengan hujan yang terus mengguyur, membuat potensi banjir dan jebolnya tanggul masih mengintai.
Bantuan beras dari Bulog juga akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur umum yang saat ini banyak dikelola secara swadaya oleh warga. Dapur umum milik Dinas Sosial sendiri telah menghentikan operasionalnya, sehingga distribusi logistik dialihkan ke dapur komunitas.
“Kalau dari Dinsos, kebutuhan pengungsi masih bisa ditangani lewat pemesanan di warung-warung. Untuk bantuan ini fokusnya beras, sementara kebutuhan lain akan dipenuhi melalui CSR dan dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelas wali kota.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




