RDG BI Jadi Penentu Arah IHSG Pada Pekan Pendek
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki perdagangan 18-20 Februari 2026 setelah libur Imlek, pasar saham domestik diperkirakan bergerak dinamis. Pelaku pasar akan menyoroti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Februari 2026.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot) Hari Rachmansyah mengatakan ekspektasi stabilisasi suku bunga serta arah kebijakan moneter ke depan menjadi sentimen utama pasar.
“Sentimen kebijakan suku bunga juga menjadi faktor penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring ekspektasi stabilitas likuiditas dan permintaan kredit,” ujar Hari dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Selain RDG BI, investor juga akan mencermati data pertumbuhan kredit perbankan yang mencerminkan permintaan sektor riil, serta rilis laporan keuangan emiten tahun buku 2025 sebagai katalis fundamental. Progres reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan transparansi dan tata kelola dinilai turut memperkuat kepercayaan investor.
“Reformasi pasar memberikan harapan bagi investor terhadap daya tarik pasar modal jangka menengah-panjang, khususnya dalam menarik partisipasi investor asing,” tambahnya.
Dari sisi global, pergerakan indeks Wall Street seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite masih dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat, termasuk estimasi pertumbuhan PDB, belanja, dan pendapatan konsumen. Musim laporan keuangan serta kekhawatiran dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga berpotensi menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
Rekomendasi Saham
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif setelah belum mampu menembus resistance di area 8.300, dengan support di kisaran 8.120. Selama belum menembus level tersebut, pergerakan indeks cenderung sideways dengan volatilitas terbatas.
Hari menyarankan investor lebih selektif dan fokus pada saham berfundamental kuat, khususnya sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih didukung permintaan global dan harga relatif stabil. Strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko dinilai penting.
Untuk jangka pendek, Ipot merekomendasikan beberapa saham berikut:
- BBTN direkomendasikan beli di area 1.365 dengan target harga 1.555 dan stop loss 1.280. Saham ini masih berada dalam tren naik dan didukung aliran dana asing sekitar Rp 646 miliar pada pekan lalu.
- LPPF direkomendasikan beli di 1.895 dengan target 1.945 dan stop loss 1.855. Secara teknikal bergerak dalam kanal uptrend dan berpeluang mencetak level tertinggi baru.
- HRUM direkomendasikan beli di 1.140 dengan target 1.285 dan stop loss 1.090. Pergerakan harga berada di atas EMA-5 hingga EMA-50, serta ditopang akumulasi asing dengan posisi net buy sekitar Rp 83 miliar secara year-to-date.
Selain saham, IPOT juga menilai Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) layak dicermati karena berisi saham-saham berdividen. Instrumen ini dinilai relevan di tengah meningkatnya pembagian dividen interim dan dapat menjadi alternatif investasi defensif di tengah dinamika pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




