Redam Efek Gejolak Timur Tengah, InJourney Andalkan Wisata Domestik
Selasa, 10 Maret 2026 | 17:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, optimistis sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh meskipun terganggu meningkatnya eskalasi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi industri penerbangan dan pariwisata.
Direktur Komersial InJourney Veronica Sisilia mengatakan ketegangan geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, dapat berdampak pada industri penerbangan dan pariwisata. Dampak tersebut antara lain potensi pembatalan penerbangan internasional serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus di atas US$ 100 per barel.
"Yang terjadi sampai hari ini volatilitas pada harga energi, nilai tukar, dan lain sebagainya sudah pasti itu dampaknya ke kita semua, sama-sama paham," ujar Veronica kepada Beritasatu.com, Senin (9/3/2026).
Meski demikian, Veronica menilai sektor pariwisata nasional memiliki ketahanan yang kuat karena didukung oleh pasar domestik yang besar. Ia tetap optimistis permintaan wisata domestik di Indonesia akan tetap tinggi.
Menurutnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney tengah menyiapkan berbagai program unggulan untuk menyambut periode peak season libur Lebaran 2026. Program tersebut mengedepankan nilai-nilai kultural sekaligus meningkatkan pengalaman wisata bagi masyarakat.
"Kami ingin semua orang menikmati Lebaran ini dengan semangat pulang mudik, jalan-jalan, berkumpul dengan keluarga, naik pesawat, dan sebagainya. Itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini," ujar dia.
Veronica menyampaikan jumlah wisatawan domestik pada 2025 mencapai sekitar 101 juta perjalanan dengan pertumbuhan sekitar 14,4%. Selain itu, jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat sekitar 1,14 juta.
"Kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk pada 2025 hingga penutupan Desember sekitar 14,4%. Jadi kami berharap wisata domestik masih kuat," ucapnya.
Selain mengandalkan kekuatan pasar domestik, InJourney juga terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional di pasar global serta menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




