Pemerintah Siapkan Efisiensi Anggaran Tanpa Sentuh MBG
Senin, 16 Maret 2026 | 20:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan tidak akan mengubah alokasi anggaran untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), meskipun terdapat potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program unggulan pemerintah tersebut tetap dipertahankan karena dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian nasional.
“Program unggulan tidak ada yang diubah, termasuk MBG dan Kopdes Merah Putih. Semua tetap karena itu investasi jangka panjang,” ujar Airlangga dalam acara media gathering di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Airlangga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan langkah efisiensi anggaran di sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tekanan fiskal. Namun, efisiensi tersebut tidak akan menyasar program prioritas pemerintah.
Menurutnya, penghematan dapat dilakukan melalui berbagai pos belanja, seperti belanja jasa, perjalanan dinas, belanja aparatur, hingga pengadaan peralatan di kementerian dan lembaga.
“Efisiensi bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan. Kemudian dari masing-masing K/L juga ada program yang bisa disisir,” kata Airlangga.
Selain efisiensi belanja, pemerintah juga akan mengoptimalkan pengelolaan anggaran dengan menunda sejumlah usulan tambahan anggaran dari kementerian dan lembaga. Usulan tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum diputuskan untuk direalisasikan.
Pada sisi lain, pemerintah juga melihat peluang peningkatan penerimaan negara dari kenaikan harga komoditas. Lonjakan harga komoditas seperti batu bara dan minyak berpotensi memberikan windfall profit bagi perusahaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan negara.
“Jadi mungkin itu saja yang kita persiapkan sampai saat sekarang. Nanti setelah datanya diselesaikan dan dilaporkan kepada Presiden Prabowo, baru kita umumkan lagi kepada teman-teman,” ujar Airlangga.
Sebelumnya, pemerintah menggelar rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin Airlangga Hartarto dan dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait.
Rakortas tersebut membahas skenario efisiensi anggaran sebagai langkah antisipasi apabila harga minyak dunia meningkat sehingga berpotensi menambah beban subsidi energi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, pemerintah menegaskan pemangkasan anggaran program besar tidak menjadi opsi dalam menghadapi potensi lonjakan subsidi energi.
Pada APBN 2026, program Makan Bergizi Gratis tercatat memiliki alokasi anggaran sekitar Rp 335 triliun. Sementara itu, program Koperasi Desa Merah Putih yang mencakup pembangunan fasilitas serta dukungan sarana operasional diperkirakan mencapai sekitar Rp 250 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




