Penukaran Uang Lebaran Tembus 91 Persen, BI Sebut Ekonomi RI Solid
Rabu, 18 Maret 2026 | 07:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penukaran uang kartal untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026 telah mencapai 91% dari total yang disiapkan.
Angka tersebut melampaui capaian periode yang sama tahun lalu yang berada di level 89%, mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam menukarkan uang baru jelang Lebaran. Diketahui pada 2025, BI mempersiapkan uang tunai sebesar Rp 180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025.
Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kondisi ekonomi nasional yang masih terjaga dengan baik.
“Tahun lalu sebesar 89% dari rencana kita. Tahun ini hingga hari ini sudah 91% realisasinya. Jadi ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang masih sangat baik di Indonesia, dengan jumlah penukaran yang sudah terjadi sampai saat ini,” ujar Ricky dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) BI, Selasa (17/3/2026).
Pada tahun ini, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri. Nilai tersebut meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ricky menambahkan, tingginya realisasi penukaran uang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat di tengah prospek ekonomi yang positif.
“Dari yang kita siapkan, ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak sekali penukaran yang terjadi di masyarakat,” imbuhnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, BI juga meningkatkan batas maksimal penukaran per paket dari Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta, serta menambah jumlah paket penukaran hingga 86% dibandingkan tahun lalu.
Selain melalui aplikasi PINTAR, BI juga menyediakan layanan penukaran tambahan (go-show) di berbagai lokasi strategis, seperti jalan tol, rest area, dan stasiun.
Di sisi lain, BI mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi uang rupiah agar tetap layak edar melalui kampanye “5 Jangan”.
"Kami ingin menyampaikan buat masyarakat dan teman-teman semua yang sudah mendapat THR, yang sudah menukarkan uang-nya sesuai dengan keinginan, kami imbau untuk kembali ingat 5 J atau 5 Jangan," tandas Ricky.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




