Dari Tokyo ke Seoul, Diplomasi Prabowo Raup Komitmen Rp 575 Triliun
Kamis, 2 April 2026 | 14:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan capaian konkret dalam bentuk komitmen kerja sama bisnis bernilai besar. Pemerintah mencatat total kesepakatan yang berhasil dihimpun mencapai US$ 33,89 miliar atau setara sekitar Rp 575 triliun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kontribusi terbesar berasal dari Jepang sebesar US$ 23,63 miliar atau sekitar Rp 401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai US$ 10,26 miliar atau sekitar Rp 174 triliun.
“Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar US$ 23,63 miliar atau setara Rp 401,7 triliun, sementara dari Korea Selatan mencapai US$ 10,26 miliar atau setara Rp 174 triliun, sehingga total keseluruhan mencapai US$ 33,89 miliar atau sekitar Rp 575 triliun,” ujar Teddy dikutip Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia, terutama dalam mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan energi, serta mengembangkan sektor strategis nasional.
Ia juga menekankan peran aktif Presiden dalam setiap pertemuan bisnis menjadi faktor penting.
“Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” tambahnya.

Pemerintah juga memastikan seluruh komitmen tersebut akan dikawal hingga terealisasi, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Respons Positif Investor dan Peran Dialog Langsung
Senada dengan itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut kunjungan tersebut sangat produktif dan mampu meningkatkan kepercayaan investor global.
Dalam forum bisnis di Seoul, Rosan menilai keterlibatan langsung Presiden dalam berdialog dengan pelaku usaha menjadi kunci utama.
“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan.
Ia menjelaskan, selama kunjungan, pemerintah melakukan berbagai pertemuan strategis. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha serta pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar. Sementara di Korea Selatan, dilakukan dialog intensif dengan 11 perusahaan utama.
Di tengah ketidakpastian global, minat investasi dari kedua negara justru meningkat. Investasi Korea tumbuh sekitar 14% per tahun, sementara Jepang berada di kisaran 8%-9% per tahun.
Rosan juga mengungkapkan rencana investasi bersama (co-investment) melalui Danantara, termasuk dengan perusahaan besar seperti Lotte Chemical dan Posco dengan nilai mencapai sekitar US$ 6 miliar.
“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan Posco dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai US$ 6 miliar,” ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




