Cathay Pacific Pangkas Jumlah Penerbangan Imbas Lonjakan Harga Avtur
Sabtu, 11 April 2026 | 19:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Cathay Pacific Airways akan mengurangi jumlah penerbangan mulai pertengahan Mei hingga akhir Juni 2026 akibat lonjakan biaya bahan bakar jet yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Sabtu (11/4/2026), maskapai tersebut menyatakan akan memangkas sekitar 2% dari total penerbangan penumpang terjadwal pada periode 16 Mei hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, anak usahanya, HK Express, akan mengurangi sekitar 6% jadwal penerbangan mulai 11 Mei.
Selain itu, layanan penerbangan penumpang menuju Dubai dan Riyadh juga akan tetap ditangguhkan hingga akhir Juni.
CEO Cathay Pacific Ronald Lam mengatakan, maskapai tetap berencana meningkatkan kapasitas penumpang hingga 10% sepanjang 2026. Hal ini didorong tingginya permintaan penerbangan jarak jauh ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia.
"Namun, konflik yang melibatkan Iran telah mengganggu lalu lintas penerbangan di kawasan Timur Tengah sekaligus mendorong kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar avtur," ucapnya.
Meski gencatan senjata sementara antara AS dan Iran sedang berlangsung, pelaku industri menilai dampaknya belum akan meredakan tekanan biaya dalam waktu dekat.
Sejumlah eksekutif industri memperkirakan pasokan bahan bakar jet akan tetap terbatas dan mahal dalam beberapa bulan ke depan, bahkan jika jalur strategis, seperti Selat Hormuz kembali dibuka.
Setelah Juni, Cathay Pacific dan HK Express berencana mengoperasikan kembali seluruh jadwal penerbangan penumpang secara normal.
Kebijakan ini mencerminkan tekanan yang masih dihadapi industri penerbangan global akibat volatilitas harga energi di tengah ketidakpastian geopolitik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




