ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sudah Pakai Biosolar B40, KAI Siap Adopsi B50

Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi-kereta api
Ilustrasi-kereta api (majalahka.com)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut seluruh lokomotif dan genset telah menggunakan energi hijau melalui biosolar B40 serta bersiap mengadopsi B50 guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40.

Pemanfaatan B40, lanjut dia, merupakan dukungan KAI terhadap langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi.

Melalui penggunaan energi terbarukan ini, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan, sebagai pengguna teknologi energi hijau, KAI terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat.

“Kami memahami efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau sangat penting bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi menuju transisi energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50,” ucap Anne.

Strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari upaya menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

KAI, tambah Anne, menyambut positif kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian. Dengan mengutamakan keselamatan perjalanan, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 akan melalui rangkaian uji coba teknis sebelum dioperasikan.

Lebih lanjut, KAI mendukung penuh rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Haul Akbar di Monas, KAI Alihkan Pemberhentian Kereta ke Jatinegara

Haul Akbar di Monas, KAI Alihkan Pemberhentian Kereta ke Jatinegara

JAKARTA
Menhub Targetkan Jaringan Kereta Api Nasional Capai 10.524 Km

Menhub Targetkan Jaringan Kereta Api Nasional Capai 10.524 Km

EKONOMI
KAI Targetkan Pendapatan Rp 66 Triliun pada 2030

KAI Targetkan Pendapatan Rp 66 Triliun pada 2030

EKONOMI
BPS: Kereta Api Jadi Primadona di Tengah Penurunan Minat Transportasi

BPS: Kereta Api Jadi Primadona di Tengah Penurunan Minat Transportasi

NASIONAL
Puncak Arus Balik, 28.167 Orang Tinggalkan Wilayah Daop 6 Yogyakarta

Puncak Arus Balik, 28.167 Orang Tinggalkan Wilayah Daop 6 Yogyakarta

NUSANTARA
KAI Commuter Sesalkan 2 Aksi Pelemparan pada KRL Rangkasbitung

KAI Commuter Sesalkan 2 Aksi Pelemparan pada KRL Rangkasbitung

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon