Harga Minyak Turun 11 Persen Seusai Selat Hormuz Dibuka Iran
Sabtu, 18 April 2026 | 07:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), imbas meredanya kekhawatiran gangguan pasokan setelah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka selama masa gencatan senjata.
Mengutip Reuters, Sabtu (18/4/2026), harga minyak acuan global Brent turun sebesar 9,07% atau US$ 9,01 menjadi US$ 90,38 per barel, setelah sempat menyentuh level terendah harian di US$ 86,09.
Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dalam, yakni 11,45% atau US$ 10,48 ke posisi US$ 83,85 per barel, dengan titik terendah intraday di US$ 80,56.
Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak awal April, seiring berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang lonjakan harga energi global.
Sentimen utama berasal dari pernyataan Iran yang menjamin kapal komersial tetap dapat melintas di Selat Hormuz selama periode gencatan senjata, meski pergerakan tetap berada di bawah koordinasi otoritas terkait, termasuk Garda Revolusi Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan Iran berkomitmen untuk tidak menutup jalur strategis tersebut. Hal ini memperkuat optimisme pasar bahwa potensi gangguan pasokan minyak global dapat diminimalkan.
Analis dari Gelber & Associates menilai pasar mulai meninggalkan premi risiko yang sebelumnya meningkat tajam. “Harga minyak mulai kembali mencerminkan normalisasi arus pasokan, bukan lagi risiko gangguan,” tulis mereka dalam risetnya.
Data pelacakan kapal menunjukkan sekitar 20 kapal tanker mulai bergerak keluar dari kawasan teluk melalui Selat Hormuz.
Perkembangan positif dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran juga turut menekan harga minyak. Kedua negara dilaporkan mencatat kemajuan dalam pembahasan nota kesepahaman guna meredakan konflik.
Trump menyebut langkah bertahap akan dilakukan untuk mengamankan uranium yang telah diperkaya oleh Iran, serta mengungkapkan kesiapan Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.
“Saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujarnya.
Optimisme tersebut diperkuat oleh rencana pembicaraan lanjutan serta adanya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Namun, ketidakpastian masih tetap ada, termasuk keberlanjutan blokade militer AS terhadap Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




