ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Cetak Rekor Baru di Tengah Konflik Timur Tengah

Kamis, 23 April 2026 | 06:30 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
ilustrasi Wall Street.
ilustrasi Wall Street. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com- Indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor pada Rabu (22/4/2026), didorong kinerja laba perusahaan yang melampaui ekspektasi analis. Namun, sentimen kehati-hatian masih membayangi investor di tengah ketidakpastian perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang turut mendorong kenaikan harga minyak.

Dikutip dari AP, indeks S&P 500 melonjak 1% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya tercapai pada akhir pekan lalu. Dow Jones Industrial Average naik 340 poin atau 0,7%, sementara Nasdaq Composite melesat 1,6% sekaligus mencetak rekor baru.

Salah satu pendorong utama penguatan pasar adalah lonjakan saham GE Vernova yang naik 13,7% setelah melaporkan laba kuartal I 2026 jauh di atas perkiraan analis. Perusahaan ini diketahui berperan dalam menghasilkan sekitar seperempat pasokan listrik dunia.

ADVERTISEMENT

Seperti pasar saham secara umum, GE Vernova diuntungkan oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Bisnis elektrifikasinya mencatat pesanan peralatan untuk pusat data sebesar US$ 2,4 miliar selama kuartal tersebut, lebih tinggi dibanding total sepanjang tahun lalu.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah turut memengaruhi pasar energi global. Perang telah membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur sempit di lepas pantai Iran yang menjadi rute utama kapal tanker minyak keluar dari Teluk Persia.

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata, tetapi tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Kebijakan ini menghambat Iran memperoleh pendapatan dari ekspor minyak mentahnya.

Ketegangan terkait penutupan Selat Hormuz dan blokade AS memicu ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan untuk mengakhiri krisis.

Secara keseluruhan, S&P 500 naik 73,89 poin menjadi 7.137,90. Dow Jones menguat 340,65 poin ke 49.490,03, dan Nasdaq bertambah 397,60 poin menjadi 24.657,57.

Di pasar global, bursa Eropa ditutup melemah setelah pergerakan yang beragam di Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,4%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 1,2%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penurunan Harga Minyak Bikin Wall Street Dekati Rekor Tertinggi

Penurunan Harga Minyak Bikin Wall Street Dekati Rekor Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Menguat di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AS yang Kuat

Wall Street Menguat di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AS yang Kuat

EKONOMI
Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

EKONOMI
S&P 500 Tembus Rekor Baru, Pasar Menanti Aksi The Fed

S&P 500 Tembus Rekor Baru, Pasar Menanti Aksi The Fed

EKONOMI
Rekor Beruntun Wall Street Akhirnya Terhenti

Rekor Beruntun Wall Street Akhirnya Terhenti

EKONOMI
Bursa Saham Asia Melemah, Investor Cermati Negosiasi Dagang AS-China

Bursa Saham Asia Melemah, Investor Cermati Negosiasi Dagang AS-China

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon