Petrosea Wujudkan Pusat Logistik Berikat di Balikpapan
Sabtu, 16 Juli 2016 | 15:19 WIB
Jakarta - PT Petrosea Tbk melalui Petrosea Offshore Supply Base (POSB) yang berlokasi di Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Maret 2016 secara resmi telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu pusat logistik berikat (PLB) di Indonesia. Saat ini area PLB yang tersedia di POSB Tanjung Batu, Balikpapan, mencapai 62.100 meter persegi (m2), terdiri dari 40.000 m2 area daratan dan 22.100 m2 area lepas pantai.
Sejak Rabu 13 Juli 2016 lalu, salah satu jackup rig Hakuryu 10 milik Japan Drilling Indonesia memasuki wilayah pusat logistik berikat milik Petrosea di Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Hakuryu 10 beroperasi di blok Mahakam untuk Total EP Indonesie. Setelah menyelesaikan kontrak pada pertengahan Juli, sesuai dengan peraturan yang berlaku, Hakuryu 10 berencana untuk keluar dari wilayah perairan Indonesia.
"Ini merupakan wujud nyata proyek perdana PLB Petrosea. Sejak 2005, POSB telah memberikan pelayanan bagi kegiatan sektor migas untuk wilayah sekitar dan diharapkan dapat menjadi hub logistik bagi kawasan Asia Pasifik," demikiam keterangan tertulis Petrosea yang diterima redaksi, Jumat (15/7).
PLB merupakan salah satu implementasi paket kebijakan ekonomi jilid II yang memungkinkan Indonesia menjadi hub logistik internasional. Dengan menggunakan fasilitas PLB, pengguna fasilitas ini memperoleh manfaat biaya logistik yang lebih murah karena tidak perlu melakukan re-ekspor dan juga membantu menyediakan layanan re-impor ketika rig akan kembali bekerja di wilayah Indonesia. Biaya mobilisasi akan berkurang secara signifikan, sehingga memberikan pengaruh langsung terhadap efisiensi biaya dan menurunkan cost recovery secara langsung.
Pemanfaatan PLB Petrosea tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan terus-menerus dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kantor wilayah dan kantor pelayanan Balikpapan. Pencapaian kinerja ini akan terus diikuti pencapaian kinerja lainnya sesuai dengan misi pemerintah dan diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan menekan biaya logistik agar lebih murah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan diharapkan mampu menjadi hub logistik di Asia-Pasifik.
"Petrosea berkomitmen untuk terus mengembangkan PLB dan berencana untuk membangun beberapa area PLB lainnya di wilayah timur Indonesia," demikian Petrosea.
Jenis layanan lainnya yang dapat diberikan Petrosea, di antaranya layanan komprehensif logistik bongkar muat dan jasa penyimpanan dalam di hub logistik POSB berikat, berthing & quayside, warehouse, marine scheduling, OCTG storage & inspection, rigging, cargo carrying units, waste consolidation services, dan layanan lainnya, seperti oil spill response, on-site medical support, dan jasa transportasi.
Keunggulan Petrosea lainnya ada pada kemampuan untuk menyediakan jasa pertambangan terpadu yang didukung oleh kemampuan rekayasa, konstruksi, dan jasa logistik yang terintegrasi, serta berkomitmen penuh terhadap penerapan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L), manajemen mutu, integritas bisnis, serta corporate social responsibility (CSR) di area pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan lingkungan.
Petrosea telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: PTRO) sejak 1990, dan merupakan perusahaan terbuka pertama di bidang rekayasa dan konstruksi di Indonesia. Petrosea didukung penuh oleh pemegang saham utamanya, PT Indika Energy Tbk yang merupakan perusahaan energi di Indonesia yang menyediakan solusi energi terpadu melalui investasi di bidang sumber daya energi, jasa, dan infrastruktur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




