Penerbangan Sejumlah Kota di Tiongkok ke Manado Bakal Reguler
Rabu, 1 Maret 2017 | 09:03 WIB
Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) akan berupaya meningkatkan status penerbangan dari sejumlah kota di Tiongkok ke Manado dari penerbangan carter menjadi penerbangan reguler. Ini guna meningkatkan perkunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Indonesia melalui Manado.
Hal itu ditegaskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Manado, Selasa (28/2). "Kami terus berupaya untuk meningkatkan jumlah perkunjungan wisman asal Tiongkok yang merupakan lumbung wisawatan dunia,"kata Olly.
Wakil Ketua MPR yang juga Anggota DPR Dapil Sulawesi Utara Evert Ernest Mangindaan optimistis rencana ini akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
"Sulawesi Utara dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado berada di posisi strategis dalam kancah perekonomian Pasifik. Kedekatan jaraknya dengan Tiongkok dan sejumlah pusat perdagangan dunia harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin," katanya.
Salah seorang pengusaha pariwisata di Sulut Anthonius Wangkar menyambut antusias akan rencana penerbangan reguler dari Tiongkok ke Manado. "Ini merupakan peluang bagi kami pengusaha pariwisata untuk menawarkan paket-paket wisata yang lebih menarik kepada para wisatawan baik dari Tiongkok ke Manado ataupun sebaliknya dari Manado dan sekitarnya ke Tiongkok," kata Anthonius.
Pengamat pariwisata Nelly Pinangkaan mengatakan, dengan penerbangan reguler ke Manado berarti para pelaku usaha tour and travel dapat menjual paket-paket tour daerah-daerah di luar Manado.
Di samping menjadikan Manado sebagai tujuan wisata bagi wisatawan, daerah ini juga dapat menjadi pintu masuk atau transito untuk menjelajah wilayah Indonesia lainnya. "Kita bisa menjual produk wisata beyondManado. Ketika wisatawan ke Manado, mereka tidak hanya ke Manado, tetapi juga berpeluang ke daerah lain di luar Manado," kata Nelly.
Di lain pihak, lanjutnya, pelaku usaha tour and travel di Manado dapat menjual paket-paket wisata ke Tiongkok kepada wisatawan di sekitar Manado seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat dengan efisiensi harga dan waktu tempuh perjalanan.
81 Penerbangan Carter
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, dalam dua bulan terakhir Sebanyak 81 penerbangan carter dari delapan kota di Tiongkok ke Manado berhasil mendarat di Manado dan mengantar ribuan wisman asal Tiongkok dari delapan kota yaitu Chengdu, Chongqing, Guangzhou, Hongkong, Wuhan, Nanchang, Changsha, dan Makau.
Untuk dapat memaksimalkan pelayanan kepada para wisman, Pemprov melibatkan semua unsur masyarakat termasuk pemilik hotel, restoran, tour and travel, serta terus mensosialisasikannya kepada masyarakat. "Kita harus menjadi daerah yang ramah dengan wisatawan supaya mereka betah dan menikmati daerah ini," tegas Olly.
Ditambahkan, penerbangan di bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akhir-akhir ini semakin ramai menyusul adanya peningkatan jumlah penerbangan dari Tiongkok ke Manado. Disamping itu juga penerbangan domestik terus meningkat dengan pembukaan jalur-jalur penerbangan baru yang menjadikan Manado sebagai bandara hub dan transito dari dan ke sejumlah kota di bagian utara Indonesia.
Menurutnya, fungsi Bandara Sam Ratulangi Manado dari waktu ke waktu terus meningkat terutama dalam fungsinya sebagai hub penerbangan di bagian utara Indonesia ke kawasan Asia Pasifik. Para wisman Tiongkok yang ke Indonesia memang lebih efisien melalui Manado karena kedekatan jaraknya. Dari Manado kemudian mereka menjelajahi daerah lain di Indonesia. Diharapkan, Pemprov Sulut dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah lainnya di kawasan utara Indonesia untuk dapat memanfaatkan posisi strategis Manado ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




