Investasi US$ 700 Juta, Grab Bangun Pusat R&D di Indonesia
Senin, 13 Maret 2017 | 19:21 WIB
Jakarta - Platform aplikasi pemesanan kendaraan terkemuka yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara, Grab, berkomitmen tinggi untuk menginvestasikan dana sebesar US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun di Indonesia. Investasi ini merupakan bagian dari master plan Grab hingga 2020.
Dari dana investasi tersebut, sebagian akan digunakan Grab untuk membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia mulai tahun ini.
"Untuk pusat R&D, saat ini sedang dalam proses mencari lokasi, kerja sama dengan Universitas mana, dan dengan pihak ketiga yang punya akses dan sudah berinisiasi seperti ini (membangun pusat R&D)," ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata di peluncuran layanan GrabShare, di Jakarta, Senin (13/3).
Soal berapa dana yang dialokasikan untuk membangun pusat R&D di Indonesia, Ridzki belum bisa berbicara banyak. Namun pembangunan pusat riset dan pengembangan ini menegaskan bahwa Grab sangat serius menggarap pasar Indonesia. Apalagi tahun 2016 lalu pertumbuhan pengguna Grab di Indonesia mencapai 600 persen.
Saat ini pusat riset dan pengembangan Grab sudah hadir di Singapura, Seatle, dan Beijing. Tidak hanya Grab, raksasa teknologi Apple sebelumnya juga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan hal serupa. Bedanya, Apple ingin membangun pusat R&D di Indonesia dalam rangka memenuhi regulasi pemerintah Indonesia mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat 4G.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




