ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Layanan Satelit Telkom Mulai Pulih, Gangguan Transaksi ATM Berkurang

Minggu, 27 Agustus 2017 | 20:33 WIB
EK
FB
Penulis: Emanuel Kure | Editor: FMB
Pegawai melintasi mesin ATM Bank Mandiri, di Jakarta.
Pegawai melintasi mesin ATM Bank Mandiri, di Jakarta. (IDphoto/David Gita Roza)

Jakarta - Gangguan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah perbankan akibat transponder satelit Telkom sudah mulai berkurang. Pasalnya, pihak Telkom telah melakukan pemulihan dengan mengalihkan pelanggan ke satelit Telkom 3S dan satelit lainnya.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo mengatakan akbibat gangguan tersebut terjadi pergeseran pointing antena.

"Bahwa pada hari Jumat (25/08) sekitar pukul 16.51 WIB telah terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom 1 sehingga semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu," kata Arif dalam keterangan pers, Minggu (27/8).

Meski demikian, lanjut Arif, tidak semua klien mengalami gangguan berarti sebagaimana terjadi pada Bank Mandiri.

ADVERTISEMENT

"Proses migrasi pelanggan Telkom 1 dimulai pada hari ini juga hingga seluruh pelanggan termigrasi. Dengan solusi migrasi ke satelit lain, layanan pelanggan dapat kembali berjalan dengan normal," ujar Arif.

Bank Mandiri memastikan gangguan satelit Telkom 1 tidak berdampak besar pada transaksi dan layanan ATM miliknya. Terlebih, unit ATM yang menggunakan jasa satelit ini berlokasi di daerah-daerah terpencil dan terluar.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, Mandiri memang merupakan salah satu pengguna satelit tersebut untuk ATM-nya. Namun, dari 17.000 unit ATM yang dimiliki Mandiri, hanya 14 persen saja yang menggunakan satelit Telkom 1 ini.

"Satelit Telkom 1 mengalami gangguan dan Mandiri adalah salah satu pengguna itu untuk ATM-ATM. Mandiri memiliki 17.000 ATM, dari jumlah itu yang menggunakan Telkom sekitar 2.000 ATM. Jadi sekitar 13 persen-14 persen dari total ATM, jadi mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu," ungkap Rohan.

Dia mengungkapkan, dari 2.000 ATM‎ tersebut, rata-rata berada di wilayah terpencil dan terluar. Sedangkan di kota-kota besar tidak menggunakan layanan satelit tersebut.

"Yang menggunakan Telkom 1 ini ATM di daerah yang agak remote, kalau dia ada parabolanya namanya VSAT (Very Small Aperture Terminal), itu yang terkena dan rata-rata itu di daerah agak remote, agak luar. Kalau di kota-kota besar pakai jaringan broadband," jelas Rohan.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, masyarakat kini lebih banyak menggunakan mobile banking atau internet banking di ponselnya. Sehingga penggunaan ATM juga tidak terlalu intens.

"Kemudian penggunaan mobile banking dan internet banking kan jauh lebih maju dibanding ATM. Jadi sejauh ini belum ada komplain. (Penurunan transaksi) Enggak ada," tandas Rohan. (man)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT