Pupuk Indonesia Terus Maksimalkan Penyaluran Pupuk
Kamis, 2 November 2017 | 16:58 WIB
Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memaksimalkan penyaluran pupuk. Sampai dengan akhir Oktober 2017, badan usaha milik negara (BUMN) ini, telah menyalurkan pupuk untuk sektor tanaman pangan secara nasional sebesar 7.014.929 ton.
Adapun rincian penyaluran tersebut untuk Urea sebesar 3.104.474 ton, NPK sebesar 1.953.543 ton, SP-36 sebesar 671.255 ton, ZA sebesar 777.350 ton dan Organik sebesar 508.337 ton. Khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai dengan akhir Oktober 2017, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 18.735 ton, 10.546 ton NPK, 2.789 ton SP-36, 787 ton ZA dan 1.036 ton Organik.
Sedangkan setok pupuk di gudang Lini III - IV (per-1 November 2017) Urea di NTT, saat ini sebesar 5.565 Ton, angka ini mencapai lebih dari 5 kali lipat dari ketentuan setok Pemerintah, yaitu 1.022 ton. Sementara, setok untuk jenis lainnya yaitu NPK sebesar 2.261 ton, SP-36 sebesar 1.602 ton, ZA sebesar 1.463 Ton dan Organik sebesar 2.758 ton, keseluruhannya siap disalurkan ke 22 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.
Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Tossin Sutawikara, mengatakan, Pupuk Indonesia mengemban kewajiban dari pemerintah untuk menyalurkan 9,5 juta ton pupuk bersubsidi sepanjang 2017.
"Realisasi sampai dengan Oktober sudah mencapai 73 persen dari target. Kami optimistis dapat mencapai target pemerintah, untuk penyaluran pupuk bersubsidi ini dengan terus mengoptimalkan proses pendistribusian," kata Achmad Tossin, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (2/11).
Achmad Tossin menjelaskan, mengenai isu kelangkaan pupuk yang beredar di beberapa daerah yang dikarenakan adanya keterbatasan alokasi pupuk untuk daerah tertentu.
"Mengenai keterbatasan alokasi, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk penambahan alokasi subsidi sebesar satu Juta ton, namun agar penambahan tersebut bisa dilaksanakan, harus ada SK dari Gubernur dan Bupati di daerah. Sambil menunggu ketetapan penambahan alokasi dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian, Pupuk Indonesia bekerjasama dengan instansi terkait tengah mengupayakan percepatan penyaluran pupuk agar kebutuhan sektor subsidi cepat terpenuhi, jadi kami secara paralel mulai mendistribusikan sambil menunggu SK terbit dari kepala daerah," kata Achmad Tossin.
Selain keterbatasan alokasi, Achmad Tossin menambahkan, banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK, akibatnya pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi mereka tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios, padahal stok pupuk tersedia sangat cukup.
Dikatakan Achmad Tossin, dalam penyaluran pupuk, Pupuk Indonesia menggunakan sistem monitoring stok yang dapat dipantau setiap saat melalui situs www.pupuk-indonesia.com agar lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di daerah-daerah. Untuk mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai pupuk, lanjut dia, petani bisa berkonsultasi dan bertanya kepada layanan pelanggan kami untuk informasi tentang tata cara mendapatkan pupuk bersubsidi ke nomor 0800-100-800-1 atau mengirimkan pesan sms ke nomor 0822-100-100-81.
"Untuk kelancaran proses pendistribusian, kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait khususnya untuk melakukan perhitungan kebutuhan pupuk sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




