Pendiri Grup Sinar Mas, Eka Tjipta Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Karawang
Sabtu, 2 Februari 2019 | 11:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pendiri Grup Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja yang meninggal dunia pada Sabtu, (26/1) pada usia 98 tahun, akan dimakamkan di Pemakaman keluarga yang berlokasi di Desa Marga Mulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (2/2) ini.
Jenazah pria kelahiran Fujian, Tiongkok pada tahun 1921 ini akan diberangkatkan dari Rumah Duka Sentosa, Jakarta Pusat. Kegiatan pemakaman berlangsung terbatas karena kondisi lokasi pemakaman yang cukup jauh dan juga privasi keluarga.
Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto mengatakan seluruh keluarga besar Widjaja, jajaran direksi manajemen, karyawan dan komisaris dari pilar bisnis Sinar Mas melepaskan kepergian almarhum Eka Tjipta Widjaja ke tempat peristirahatan terakhir dari Rumah Duka Sentosa.
"Banyaknya pelayat saat almarhum disemayamkan, telah membuat pihak keluarga merasa terharu sekaligus terhormat. Namun pertimbangan privasi keluarga dan kondisi lokasi menyebabkan kegiatan berlangsung terbatas," kata Sulistiyanto, Sabtu (2/2).
Menurutnya, banyaknya pelayat yang datang melepaskan kepergian almarhum, menunjukkan sosok Eka Tjipta yang telah menyentuh kehidupan banyak orang.
Seperti diketahui, pendiri Sinar Mas Grup Eka Tjipta Widjaja adalah sosok yang memiliki prinsip hidup tak mudah menyerah. Ia lahir dari keluarga miskin. Sejak remaja, ia hijrah dari Tiongkok ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk mengasah jiwa bisnisnya dengan berjualan biskuit, kembang gula dan membantu menjual barang-barang dari toko ayahnya.
Pria yang lahir pada 27 Februari 1921 itu berkeliling menjajakan barang-barang yang dibawanya untuk berdagang demi membantu perekonomian keluarga.
Memiliki jiwa pedagang dan tidak pernah menyerah dengan segala hambatan membuatnya mampu membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10.000 hektare yang berlokasi di Riau pada tahun 1980.
Bisnis yang ia bangun berkembang pesat dan memutuskan untuk menambah bisnisnya. Selain berbisnis di bidang kelapa sawit dan teh, Eka juga merintis bisnis bank.
Ia membeli Bank Internasional Indonesia dengan aset mencapai Rp 13 miliar. Ia juga mulai merambah ke bisnis kertas, properti dan telekomunikasi yang berada dalam naungan Sinarmas Grup.
Kini, sang sosok gigih tersebut telah tutup usia pada Sabtu (26/1) di kediamannya di Menteng, Jakarta Selatan. Eka meninggal dunia di usia 98 tahun. Jenazah Eka disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Selamat jalan Eka Tjipta Widjaja, tenang dalam damai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




