ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kebijakan BI Tahan Suku Bunga Dinilai Tepat

Kamis, 21 Februari 2019 | 17:04 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Sesuai dengan perkiraan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6 persen dengan deposit facility rate tetap 5,25 persen dan lending facility juga tetap 6,75 persen.

Setidaknya ada tujuh pertimbangan RDG BI memutuskan kebijakan yang cenderung longgar atau dovish tersebut. Pertama, karena faktor perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia meskipun ketidakpastian pasar keuangan global sudah berkurang. "Maka tepat jika BI harus menjaga momentum pertumbuhan dengan menahan level BI7DRR," ujar Ryan Kiryanto, Chief Economist BNI di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Kedua, pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil di kisaran 5,1 persen tetap butuh stimulus untuk terus terjaga sejalan dengan momentum yang tepat saat ini. Caranya, suku bunga kebijakan tidak boleh naik alias ditahan.

Ketiga, neraca pembayaran Indonesia (NPI) membaik untuk menahan tekanan sektor eksternal. Dengan menahan BI7DRR diharapkan NPI tetap terjaga pada batas aman dan sehat sekaligus menjaga posisi current account deficit (CAD) tetap di bawah 3 persen dari PDB sebagai batas aman. Dengan ditahannya BI7DRR, maka capital inflows akan meningkat sehingga bisa memperbaiki NPI dan CAD sekaligus.

ADVERTISEMENT

Keempat, di awal 2019 ini posisi rupiah relatif menguat stabil karena capital inflows yang makin kencang. Valuasi aset dalam rupiah juga akan meningkat seiring dengan terjaganya fundamental ekonomi domestik.

Kelima, laju inflasi yang rendah di bawah jangkar yang 3,5 persen atau tepatnya 2,82 persen YoY per Januari 2019 memberikan ruang bagi BI untuk menahan BI7DRR. Keenam, stabilitas sistem keuangan (SSK) terjaga dengan baik dan solid disertai oleh fungsi intermediasi perbankan yang membaik serta risiko kredit yang terkelola dengan baik pula menjadi stimulus bagi BI untuk menahan BI7DRR. "CAR, NPL dan rasio likuiditas terjaga dengan baik dan solid sehingga memberikan jaminan bagi BI untuk mempertahankan BI7DRR di level 6 persen," jelas ia.

Dengan demikian, kombinasi faktor eksternal yang mereda dengan faktor domestik yang terkelola dengan baik memberikan sentimen positif bagi RDG BI menahan BI7DRR di level 6 persen. Keputusan ini tentu positif baik bagi sektor perbankan maupun sektor riil dalam menjalani kuartal pertama 2019 dan kuartal-kuartal berikutnya.

"Perbankan tetap akan ekspansi kredit dan sektor riil juga akan ekspansi bisnis di tahun politik yang prospektif dan menantang ini, " ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon