Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus US$ 200 Juta
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus US$ 200 Juta

Senin, 15 Juli 2019 | 12:31 WIB
Oleh : Herman, Muhammad Azfar / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kondisi neraca perdagangan Juni 2019. Bila di Mei 2019 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$0,21 miliar, pada Juni 2019 neraca peragangan Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$0,20 miliar atau US$200 juta.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, pada Juni 2019, nilai ekspor Indonesia mencapai US$11,78 miliar, turun 20,54 persen dibandingkan Mei 2019 yang mencapai US$14,74. Ekspor nonmigas Juni 2019 mencapai US$11,03 miliar, turun 19,39 persen dibanding Mei 2019 yang mencapai US$13,69 miliar. Sementara ekspor migas mencapai US$0,75 miliar, turun 34,35 persen dibandingkan Mei 2019 yang mencapai US$1,14 miliar.

Jika dibandingkan dengan Juni 2018, kinerja ekspor Juni 2019 mengalami penurunan 8,98 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari sampai Juni 2019 mencapai US$80,32 miliar atau menurun 8,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencapai US$87,86 miliar. Sedangkan untuk ekspor nonmigas mencapai US$74,21 miliar atau menurun 6,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 79,41 miliar.

Sementara itu untuk nilai impor Juni 2019 mencapai US$11,58 miliar, turun 20,70 persen dibandingkan Mei 2019 yang mencapai US$14,53 miliar. Impor nonmigas Juni 2019 mencapai US$9,87 miliar, turun 20,55 persen dibanding Mei 2019 yang mencapai US$12,42 miliar. Sementara impor migas mencapai US$1,71 miliar, turun 21,50 persen dibandingkan Mei 2019 yang mencapai US$2,18 miliar.

Jika dibandingkan dengan Juni 2018, kinerja impor Juni 2019 mengalami penurunan 2,80 persen. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari sampai Juni 2019 mencapai US$82,26 miliar atau menurun 7,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencapai US$89,05 miliar. Sedangkan untuk impor nonmigas mencapai US$71,37 miliar atau menurun 4,83 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai US$74,99 miliar.

"Neraca perdagangan pada Juni 2019 kembali mengalami surplus sebesar US$0,20 miliar. Tetapi untuk periode Januari sampai Juni 2019, neraca perdagangan kita masih mengalami defisit US$1,93 miliar,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Senin (15/7/2019).

Dia menambahkan penurunan ekspor dan impor, salah satunya disebabkan karena cuti hari raya.

Dari data BPS, penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2019 terhadap Mei 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$336,9 juta (16,31 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/ permata sebesar US$368,1 juta (88,66 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juni 2019 turun 4,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 1,03 persen, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 15,44 persen.

Ekspor nonmigas Juni 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,08 miliar dan Jepang US$1,02 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,50 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$0,97 miliar.

Sementara itu untuk penurunan impor nonmigas terbesar Juni 2019 dibanding Mei 2019 adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar US$399,6 juta (18,79 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan aluminium sebesar US$143,2 juta (103,17 persen).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$20,63 miliar (28,91 persen), Jepang US$7,66 miliar (10,73 persen), dan Thailand US$4,62 miliar (6,48 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,44 persen, sementara dari Uni Eropa 8,20 persen.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Industri Kreatif Dibanjiri Generasi Milenial

Industri kreatif disukai generasi milenial.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Aiqqon Dorong UMKM Transaksi Nontunai Berbasis Digital

Dengan aplikasi Aiqqon, pelaku UMKM dan industri kreatif bisa menerima pembayaran dari kartu kredit, debit, dan alat pembayaran lainnya.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 13.900

Rupiah berada di level Rp 13.954 per dolar AS atau terapresiasi 53,5 poin (0,38 persen).

EKONOMI | 15 Juli 2019

Nantikan Data Neraca Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 50 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,8 persen (50,22 poin) ke kisaran 6.423,57.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Waskita Karya Terus Jajaki Calon Investor Peminat Jalan Tol Trans Jawa

Saat ini, ada beberapa calon investor dari dalam dan luar negeri yang menyatakan minatnya pada saham dua ruas tol yang ditawarkan Waskita.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Obligasi Tercatat di BEI, WSBP Kantongi Dana Rp 500 Miliar

Penerbitan obligasi ini sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah dan panjang perusahaan.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Ayshaskin Rambah Pasar Produk Kecantikan di Surabaya

Masyarakat Surabaya dinilai gemar belanja produk-produk kecantikan.

EKONOMI | 14 Juli 2019

Koperasi Binaan Astra Agro Raih Koperasi Terbaik Nasional

Pada 1990-an datang PT SAL menawarkan kemitraan perkebunan kelapa sawit melalui program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) untuk transmigrasi.

EKONOMI | 14 Juli 2019

Kemdag Gelar Misi Dagang ke Selandia Baru

Misi dagang ke Selandia Baru bertujuan memperkuat pasar ekspor ke sejumlah negara di kawasan Pasifik.

EKONOMI | 14 Juli 2019

Peneliti: Tidak Dijamin LPS, Koperasi Sulit Berkembang

Peneliti LIPI Yeni Saptia mengatakan ketiadaan jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membuat koperasi sulit berkembang di Indonesia.

EKONOMI | 13 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS