Forum MMA 2019 Fokuskan Strategi Pemasaran Digital di Ponsel
Kamis, 3 Oktober 2019 | 16:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mobile Marketing Association (MMA) menggelar forum MMA Impact Indonesia 2019 di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Dengan mengangkat tema "Build The Future", forum ini menghadirkan 30 pembicara yang berasal dari latar belakang bisnis berbeda untuk berbagi pengalaman seputar pemasaran digital yang telah dilakukan perusahaan mereka.
Country Manager Mobile Marketing Association Indonesia, Shanti Tolani menyampaikan, MMA Impact Indonesia 2019 ini banyak menyoroti tentang bagaimana pemasaran digital dalam ponsel dilakukan, serta menyoroti berbagai tren digital yang tengah berkembang dengan pesat. Sehingga harapannya para pelaku pemasaran di Indonesia bisa meningkatkan efektifitas pemasarannya dalam menyampaian pesan komunikasi untuk menjangkau konsumen di media digital.
"Saat ini Indonesia sedang dalam masa transisi dari media konvensional ke media digital, khususnya ponsel. Melalui forum ini, kita ingin mengedukasi para pelaku pemasaran, brand, e-Commerce company, perusahaan telekomunikasi, media, dan sebagainya dalam memanfaatkan ponsel untuk menjangkau konsumen mereka," kata Shanti Tolani, di acara forum MMA Impact Indonesia 2019, di Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Shanti menambahkan, MMA global juga telah melakukan penelitian Cognition Neuroscience untuk memahami bagaimana konsumen memproses informasi ketika terpapar iklan di ponsel. Hasilnya, iklan di ponsel ternyata sudah memicu reaksi emosi dalam waktu kurang dari satu menit.
"Hasil penelitian ini sangat menarik. Bagaimana kita membuat konten yang bisa langsung ‘menangkap’ perhatian konsumen dalam hitungan detik untuk selanjutnya meng-klik dan mengeksplor iklan yang ditampilkan di ponsel," ungkap Shanti.
Salah satu yang menjadi pembicara dalam forum ini adalah Vice President of Marketing Communication BCA, Duardi Prihandiko. Dalam menjalankan strategi pemasaran dan juga untuk mendekatkan diri dengan para nasabah, BCA telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghadirkan VIRA (Virtual Assistant Chat banking BCA). Asisten virtual ini dihadirkan BCA di platform LINE yang memang mempunyai basis pengguna sangat besar di Indonesia. Saat ini layanan chatting VIRA sudah memiliki sekitar 1,5 juta teman, di mana 70 persennya aktif memanfaatkan layanan chat dari VIRA.
"Melalui VIRA, nasabah kami bisa menanyakan banyak hal terkait layanan BCA melalui aplikasi LINE di ponsel mereka. VIRU juga sering kita gunakan untuk aktivitas marketing dan promosi," ujar Duardi Prihandiko.
Di BCA sendiri, Duardi menyebut sebagian besar nasabahnya telah melakukan transaksi lewat layanan e-Channel. Tinggal sedikit sekali yang masih memanfaatkan layanan konvensional di kantor-kantor cabang, Karenanya, strategi pemasaran melalui platform digital, khususnya ponsel, terus diperkuat oleh BCA.
"Dari lebih dari 19 juta nasabah yang kami layani, saat ini sekitar 98 persen nasabah melakukan transaksi di e-Channel BCA. Hanya tinggal dua persen saja yang masih melakukan transaksi di kantor-kantor cabang," ungkap Duardi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




