ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2045, Indonesia dan Jepang Akan Masuk 5 Besar Perekonomian Dunia

Kamis, 13 Februari 2020 | 19:19 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Para pembicara berfoto bersama seusai seminar bertajuk
Para pembicara berfoto bersama seusai seminar bertajuk "Inspiring the World: An International Cooperation Framework of Indonesia and Japan towards 2045”, di Jakarta, Rabu (12/2/2020). (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia dan Jepang sangat antusias menyongsong tahun 2045, dengan melakukan berbagai kerja sama government to government (G to G), business to business (B to B) dan antarperorangan. Diyakini melalui kerja sama tersebut, Indonesia dan Jepang akan masuk ke dalam lima besar negara perekonomian terbesar di dunia pada 2045. Kerja sama  Indonesia dan Jepang ini tentunya akan sangat mempengaruhi dunia.

"Kerja sama kedua negara ini sangat berharga dalam menyelesaikan tantangan global di masa depan," kata President ERIA Hidetoshi Nishimura dalam seminar bertajuk "Inspiring the World: An International Cooperation Framework of Indonesia and Japan towards 2045", Rabu (12/2/2020).

Seminar dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang ini digelar Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA)

Menurut Nishimura, kerja sama antara Indonesia dengan Jepang akan menghadapi tantangan besar. Karena itu, kerja sama tersebut perlu mempertimbangkan teknologi baru, energi, dan keamanan pangan. "Pergantian politik dan lanskap ekonomi, lingkungan serta nilai sosial budaya juga perlu menjadi pertimbangan, katanya.

ADVERTISEMENT

Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM UI Kiki Verico mengatakan salah satu sumber masa depan perekonomian memang akan datang dari kawasan Pasifik, terutama dari sektor maritim. "Pemanfaatan Pasifik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi potensinya tinggi dan akan memberi dampak ke Indonesia terutama di kawasan Timur," kata Kiki dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (13/2/2020).

Kiki mengatakan intuk bisa memanfaatkan sumber ekonomi masa depan tersebut, Indonesia membutuhkan kestabilan politik dan keamanan di kawasan. Sejauh ini kerja sama antara Indonesia dan Jepang telah berperan penting dalam menciptakan kawasan yang damai, stabil, sejahtera, dan saling menguntungkan di regional Indo-Pasifik.

Kiki menjelaskan dua negara memiliki visi untuk bisa bekerja sama di Kawasan Pasifik dengan melibatkan negara-negara lain. "Kita dipersatukan oleh share vision yang sama, bagaimana menciptakan inclusive, free, and open regional cooperation melalui tiga layer yaitu political stability, economic prosperity, dan social cohesion," ujar Kiki.

Terbesar Ketiga
Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan, Jepang selalu menjadi strategic partner bagi Indonesia. "Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2019 naik menjadi US$ 31,5 miliar. Jepang salah tujuan favorit ekspor Indonesia," kata Edi.

Disebutkan pada 2019, ekspor Indonesia ke Jepang mencapai US$ 15,9 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Jepang sekitar US$ 15,6 miliar. Jepang juga merupakan negara dengan nilai investasi terbesar ketiga di Indonesia. Tahun lalu, total investasi asing Jepang ke Indonesia mencapai US$ 4,3 miliar.

Edi mengatakan dalam satu dekade terakhir investasi Jepang di Indonesia naik enam kali lipat. Edi optimistis kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang akan semakin optimal ke depan. "Progres dari negosiasi Free Trade Agreement (FTA) akan menjadi momentum kedua negara untuk memperluas kerja sama ekonomi," katanya.

Menurut Edi, kerja sama ekonomi kedua negara secara intensif bisa dibangun melalui pengembangan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan Infrastruktur. Saat ini Indonesia membuka kesempatan kerja sama dalam pelatihan dan pengembangan SDM melalui program vokasi terutama dalam menghadapi era 4.0.

Rektor UI Ari Kuncoro menyoroti sisi sumber daya manusia (SDM), bonus demografi, dan kemajuan teknologi. Ari mengatakan pentingnya kerja sama Indonesia Jepang dalam pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi.

Untuk kerja sama pendidikan tinggi antara lain untuk peningkatan kolaborasi pendanaan penelitian dam reformasi regulasi untuk merampingkan prosedur untuk kolaborasi penelitian. "Juga mencari peluang bersama untuk meningkatkan ketrampilan penelitian," kata Ari.

Peluang lainnya adalah membuat portal penelitian untuk menghubungkan peneliti Jepang dan Indonesia, dan mempromosikan kekuatan, minat masing-masing, serta menjadi repositori penelitian kolaboratif.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon