Tanrise Property Mulai Bangun Apartemen Kyo Society

Tanrise Property Mulai Bangun Apartemen Kyo Society
Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko bersama jajaran komisaris dan direksi saat groundbreaking proyek apartemen Kyo Society di Jalan Panjang Jiwo Surabaya, Sabtu (4/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / WBP Minggu, 5 Juli 2020 | 09:05 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pengembang properti, Tanrise Property, melakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) yang menandai dimulainya pembangunan proyek apartemen Kyo Society di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya.

Apartamen yang dibangun di atas lahan seluas 3.000 m2 dan diperkirakan menghabiskan dana Rp 500 miliar untuk 729 unit dengan 37 lantai itu dipasarkan sejak April 2019 dengan menggandeng dua agen properti, Brighton dan Xavier Marks.
Pemasaran unit tahap pertama seluruhnya sudah terserap dan kini memasuki tahap kedua untuk 350 unit. Serahterima unit direncanakan mulai akhir 2023 seiring jadwal penyelesaian pembangunan fisik apartemen.

Baca juga: Tanrise Property dan CoHive Hadirkan Coworking Space di Surabaya

Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko menuturkan, kondisi pasar properti selama beberapa bulan terakhir ini memang agak menurun. Tapi, ia tetap yakin bahwa di pasar properti itu ada siklus turun-naik. Siklus turunnya properti sudah berlangsung antara 5 hingga 6 tahun lalu dan tahun ini sesungguhnya saatnya mengalami kenaikan. Namun, karena pandemi Covid-19, siklus kenaikan itu tertunda di akhir tahun ini atau tahun depan. “Karena itu, kita tetap melanjutkan pembangunan Kyo Sociaty ini sesuai jadwal setelah perizinan keluar. Ini juga komitmen kita untuk menjaga reputasi Tanrise Property,” kata Hermanto saat groundbreaking Kyo Sociaty, Sabtu (4/7/2020).

Dia berharap pembangunan proyek saat krisis ini juga akan membawa pengaruh positif bagi perekonomian nasional dan sosial di lingkungan sekitar. Sebab pembangunannya menyerap sekitar 500-600 pekerja sekaligus membangkitkan usaha sekitar mulai warung kecil, rumah makan, restoran dan usaha lain. “Impact positif terhadap perekonomian dan lingkungan inilah yang juga kami harapkan dari pembangunan Kyo Sociaty saat ini,” katanya.

Alasan itu pula, lanjut dia, Tanrise Property tahun ini akan tetap melanjutkan pembangunan proyek-proyek lainnya yang sudah direncanakan, misalnya hunian di Gresik dan hotel di Bali. “Kita ingin menggebrak pasar agar ada penyegaran baru,” timpal Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Natalia.

Dia meyakini, Kyo Society ini akan menjadi salah satu proyek unggulan dan pasarnya yang sangat jelas, karena memiliki konsep Japan

Society yang mengutamakan kehidupan berkomunitas antar penghuninya melalui 45 fasilitas membuka peluang calon investor muda untuk memulai bisnis usaha indekos sebagai pasar yang memiliki prospek besar. Pasalnya, lokasi proyek berdekatan dengan kawasan pendidikan seperti Universitas Surabaya (Ubaya), dan beberapa fasilitas pendukung seperti rumah sakit, area komersial hingga kawasan industri.

Sementara Direktur Penjualan Tanrise Property, Joseph Lukito, menambahkan, pemasaran tahap kedua , ada 350 unit yang ditawarkan dengan kenaikan harga 3-5 persen. “Tapi, di situ ada dua hal yang baru di komersial, yakni ada stand-stand dan rufoto yang konsepnya seperti SOHO. Karena ada komersialnya, nanti juga ada space untuk kerja,” katanya.

Beberapa perusahaan telah berminat dan melakukan kerja sama, seperti Dunkin Donut, Pappa Roti, Peco-Peco, Glow, Suteki dan lainnya yang masih dalam proses pembicaraan. “Tanrise Property membuka peluang dan mengundang calon investor lainnya untuk bekerjasama di Kyo Society,’ imbuhnya.

Pada tahap pertama, profil pembeli banyak dari kalangan pemilik indekos, tapi untuk tahap kedua ini profilnya akan diperluas. Seperti menyasar kawasan industri terutama para pekerja dari perusahaan multinasional.



Sumber: BeritaSatu.com