Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan

Senin, 6 Juli 2020 | 17:09 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menyiasati penurunan penjualan kosmetik akibat dampak dari pandemi Covid-19, PT Martina Berto Tbk (MBTO) pada semester II ini akan menggenjot penjualan produk hand sanitizer, hand gel, dan hand wash, serta minuman herbal. Langkah ini diharapkan bisa mendorong perseroan di 2020 untuk mencapai penjualan bersih sebesar Rp 564 miliar atau meningkat 4,92 persen dibandingkan tahun 2019 Rp 537,568 miliar.

Baca Juga: Permintaan Hand Sanitizer Meningkat 50 Kali Lipat

"Produk kosmetik kita paling terdampak dan untuk mengatasinya kami switching ke seasonal hygiene product seperti hand sanitizer, hand gel dan hand wash, dan fokus pada bodycare, lalu juga jamu. Produk yang seperti ini yang akan kita genjot di semester II sehingga bisa memperbaiki kinerja semester I,” kata Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil dalam paparan publik virtual, Senin (6/7/2020).

Saat ini, emiten kosmetik, perawatan tubuh, dan jamu tersebut tengah memperkuat kinerja di sisi anak usaha PT Cedefindo dan Martha Tilaar Shop, serta melalui pengembangan produk yaitu dengan memproduksi hand sanitizer, hand gel, dan hand wash.

Menggunakan nama merek Quick N Fresh yang diproduksi Martina Berto dan juga Bright Clean yang diproduksi oleh PT Cedefindo, ke depannya MBTO juga akan memproduksi FMCG yang berfokus pada produk pembersih rumah tangga dan juga minuman kesehatan herbal, serta memperkuat kategori skin care, body care, hair care, dan mewaspadai perilaku konsumen yang berdampak pada kategori makeup.

Baca Juga: Kosmetik Halal Makin Diminati Konsumen Indonesia

Selain itu, melalui Martha Tilaar Innovation Centre, MBTO mengolah kekayaan alam agar menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi. Hadir dalam bentuk bahan baku alami natural active ingredients asli Indonesia, produk tersebut diberi nama Berto Extract. Sedangkan untuk menyambut adaptasi baru, perseroan akan melakukan digitalisasi pemasaran dan penjualan atas produk-produknya.

Adapun, pendapatan Grup Martha Tilaar tersebut tercatat mengalami koreksi 38,2 persen menjadi Rp 87,06 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini pun membuat perseroan harus menanggung rugi bersih Rp 24,24 miliar, berbanding dari posisi untung pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 854,9 juta.

Berdasarkan segmen penjualannya, baik produk kosmetik, jamu, dan lain-lain mengalami kontraksi. Pendapatan dari segmen produk kosmetik yang notabenenya menjadi penopang bisnis perseroan mengalami penurunan sebesar 34,97 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, kata Bryan, perseroan akan tetap mempertahankan kekuatan arus kas dengan cara mengendalikan pengeluaran dana, baik untuk pembelanjaan material maupun operasional. Sehingga, perseroan tidak menganggarkan belanja modal (capex) di tahun ini.

Baca Juga: BPPT dan Martha Tilaar Teliti Khasiat Anggrek Langka

"Karena kondisi yang sulit ini jadi ada penundaan capex. Berbisnis di 2020 harus ekstra hati-hati, ketidakpastiannya luar biasa. Kalau untuk naikkan harga juga harus hati-hati karena konsumsi sangat rendah saat ini akibat pandemi. Orang pasti mengirit apalagi untuk beli produk beauty personal care. Jadi, kita tidak akan melakukan kenaikan harga,” pungkas Bryan.

Sementara itu, pandemi Covid-19 juga berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang jangka pendek perseroan sebesar Rp 214,28 miliar. Sehingga, perseroan mengajukan restrukturisasi utang ke Bank BCA diikuti pengurangan bunga. "Efisiensi juga kami lakukan dengan pengurangan karyawan kontrak dan efisiensi pembelian," tambah Bryan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penerbitan Sukuk Global Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah telah menerbitkan sovereign green sukuk senilai US$ 3,5 miliar sebagai salah satu upaya untuk membiayai penanganan perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Bukalapak Genjot Lini Bisnis Pengadaan Barang dan Jasa

Sejak 2016, BukaPengadaan telah menjadi mitra e-Procurement bagi lebih dari 1.800 pelanggan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Atasi Dampak Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Anggaran Rp 3.779 Triliun

Biaya mitigasi perubahan iklim secara kumulatif dari tahun 2020-2030 mencapai Rp 3.779 triliun, atau sekitar Rp 343,6 triliun per tahun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ditopang Holding Ultra Mikro, Kredit BRI Kuartal III Tumbuh 9,7%

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran kredit pada akhir September 2021 sebesar Rp 1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74% yoy.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Keterbukaan Informasi Publik PTPN III Diapresiasi

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendapatkan peringkat “Cukup Informatif” pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Pemerintah dan Regulator Perlu Perbaiki Arsitektur Ekonomi Hijau

Pemerintah dan regulator perlu memperbaiki arsitektur ekonomi hijau Indonesia untuk mendukung tercapainya zero emisi pada 2060 mendatang.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Investasi ESG di BRI Capai Rp 19,3 Triliun per September 2021

BRI mencatat peningkatan nilai investasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang cukup signifikan setahun terakhir.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Tugu Insurance Gandeng Bank BJB dalam Pelayanan Bancassurance

Saat ini, produk yang sudah dapat dinikmati oleh nasabah Bank BJB adalah asuransi kebakaran dan akan dilanjutkan dengan pengembangan produk-produk lainnya.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

WSBP Segera Tuntaskan Proyek Dermaga 2 Terminal Manggis Bali

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan perbaikan Dermaga 2 Terminal Manggis Bali rampung 20 Desember 2021.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

OJK Berperan Besar Kembangkan Kebijakan Keuangan Berkelanjutan

OJK berkomitmen mendukung penuh ekonomi hijau atau green economy, serta mendorong keuangan berkelanjutan di Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Valentino Rossi


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Cristiano Ronaldo


# Anies Baswedan


# Timnas U-23



TERKINI
Sejumlah Penumpang dan PO Bus Keberatan Wacana Pemberlakuan Wajib Tes PCR

Sejumlah Penumpang dan PO Bus Keberatan Wacana Pemberlakuan Wajib Tes PCR

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings