Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan
Logo BeritaSatu

Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan

Senin, 6 Juli 2020 | 17:09 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menyiasati penurunan penjualan kosmetik akibat dampak dari pandemi Covid-19, PT Martina Berto Tbk (MBTO) pada semester II ini akan menggenjot penjualan produk hand sanitizer, hand gel, dan hand wash, serta minuman herbal. Langkah ini diharapkan bisa mendorong perseroan di 2020 untuk mencapai penjualan bersih sebesar Rp 564 miliar atau meningkat 4,92 persen dibandingkan tahun 2019 Rp 537,568 miliar.

Baca Juga: Permintaan Hand Sanitizer Meningkat 50 Kali Lipat

"Produk kosmetik kita paling terdampak dan untuk mengatasinya kami switching ke seasonal hygiene product seperti hand sanitizer, hand gel dan hand wash, dan fokus pada bodycare, lalu juga jamu. Produk yang seperti ini yang akan kita genjot di semester II sehingga bisa memperbaiki kinerja semester I,” kata Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil dalam paparan publik virtual, Senin (6/7/2020).

Saat ini, emiten kosmetik, perawatan tubuh, dan jamu tersebut tengah memperkuat kinerja di sisi anak usaha PT Cedefindo dan Martha Tilaar Shop, serta melalui pengembangan produk yaitu dengan memproduksi hand sanitizer, hand gel, dan hand wash.

Menggunakan nama merek Quick N Fresh yang diproduksi Martina Berto dan juga Bright Clean yang diproduksi oleh PT Cedefindo, ke depannya MBTO juga akan memproduksi FMCG yang berfokus pada produk pembersih rumah tangga dan juga minuman kesehatan herbal, serta memperkuat kategori skin care, body care, hair care, dan mewaspadai perilaku konsumen yang berdampak pada kategori makeup.

Baca Juga: Kosmetik Halal Makin Diminati Konsumen Indonesia

Selain itu, melalui Martha Tilaar Innovation Centre, MBTO mengolah kekayaan alam agar menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi. Hadir dalam bentuk bahan baku alami natural active ingredients asli Indonesia, produk tersebut diberi nama Berto Extract. Sedangkan untuk menyambut adaptasi baru, perseroan akan melakukan digitalisasi pemasaran dan penjualan atas produk-produknya.

Adapun, pendapatan Grup Martha Tilaar tersebut tercatat mengalami koreksi 38,2 persen menjadi Rp 87,06 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini pun membuat perseroan harus menanggung rugi bersih Rp 24,24 miliar, berbanding dari posisi untung pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 854,9 juta.

Berdasarkan segmen penjualannya, baik produk kosmetik, jamu, dan lain-lain mengalami kontraksi. Pendapatan dari segmen produk kosmetik yang notabenenya menjadi penopang bisnis perseroan mengalami penurunan sebesar 34,97 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, kata Bryan, perseroan akan tetap mempertahankan kekuatan arus kas dengan cara mengendalikan pengeluaran dana, baik untuk pembelanjaan material maupun operasional. Sehingga, perseroan tidak menganggarkan belanja modal (capex) di tahun ini.

Baca Juga: BPPT dan Martha Tilaar Teliti Khasiat Anggrek Langka

"Karena kondisi yang sulit ini jadi ada penundaan capex. Berbisnis di 2020 harus ekstra hati-hati, ketidakpastiannya luar biasa. Kalau untuk naikkan harga juga harus hati-hati karena konsumsi sangat rendah saat ini akibat pandemi. Orang pasti mengirit apalagi untuk beli produk beauty personal care. Jadi, kita tidak akan melakukan kenaikan harga,” pungkas Bryan.

Sementara itu, pandemi Covid-19 juga berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang jangka pendek perseroan sebesar Rp 214,28 miliar. Sehingga, perseroan mengajukan restrukturisasi utang ke Bank BCA diikuti pengurangan bunga. "Efisiensi juga kami lakukan dengan pengurangan karyawan kontrak dan efisiensi pembelian," tambah Bryan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rencana Merger Perbankan Syariah Banjir Dukungan

Tokoh muda NU dan Muhammadiyah mendukung rencana merger perbankan syariah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

BRIsyariah optimistis dapat menyalurkan KUR hingga Rp 4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kempupera Tetapkan 19 Balai Pelaksana Penyedia Perumahan

Keberadaan balai tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

IHSG Ditutup Naik 15 Poin ke 4.988

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.009 dan terendah 4.973. Transaksi perdagangan senilai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 6 Juli 2020

PTPP Bantu Modal Usaha Pelaku UMKM di Indonesia

PTPP aktif memberikan bantuan modal usaha dan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui program kemitraan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kilang RDMP dan GRR Pertamina Dukung Kemandirian Energi Nasional

Pekerjaan pembangunan kilang baik itu RDMP maupun GRR tidak mudah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kepala BPKH Sampaikan Tiga Usulan Kebijakan Nilai Manfaat Usai Pembatalan Haji 2020

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menyatakan pihaknya mengusulkan tiga kebijakan nilai manfaat usai pembatalan pemberangkatan haji.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Sempurnakan Layanan E-Procurement, AP I Luncurkan APPro

Hadirnya APPro ini adalah upaya kami mendigitalisasi proses bisnis serta mendorong transparansi proses pengadaan barang dan jasa.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Ketum Asosiasi E-Commerce: Tokopedia Hanya Korban

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), Ignatius Untung, menekankan bahwa posisi Tokopedia dalam masalah ini juga sebagai korban.

EKONOMI | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS