SBI Prioritaskan Efisiensi dan Jaga Arus Kas
Senin, 3 Agustus 2020 | 19:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) prioritaskan efisiensi dan jaga arus kas sebagai strateginya di semester II 2020. Hingga akhir semester I 2020, perseroan mencatat peningkatan volume penjualan semen dan terak sebesar 2 persen dan mempertahankan pendapatan sebesar Rp 4,51 triliun.
Presiden Direktur SBI, Aulia Mulki Oemar, mengatakan, akan terus menerapkan program-program efisiensi dan menjaga arus kas sebagai prioritas selama kondisi belum kembali pulih. Pasalnya, Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat terdapat penurunan konsumsi semen nasional sebesar 7,72 persen pada semester pertama tahun 2020.
"Banyak proyek-proyek infrastruktur dan perumahan yang tertunda karena anggaran teralih untuk dana kesehatan, namun kita masih bisa meraih peluang dari pasar ritel. Jadi kondisinya masih sangat dinamis. Karena itu, kami terus berupaya menjalankan operasional dengan efisien dan terus berinovasi untuk memberikan solusi-solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini," jelas Aulia dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2020).
Baca Juga: SIG Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Hingga semester I 2020, perseroan mempertahankan pendapatannya sebesar Rp 4,51 triliun atau jumlah yang sama seperti periode sama tahun lalu. Laba periode berjalan tercatat sebesar Rp 82 miliar dari sebelumnya rugi Rp 279 miliar pada semester I 2019.
Kinerja keuangan perseroan ditopang oleh, peningkatan volume penjualan sebesar 2 persen menjadi sebesar 5.291 juta ton dari sebelumnya sebesar 5.187 juta ton.
Komitmen SBI dalam inovasi dan solusi berkelanjutan, juga hadir dalam aspek pemeliharaan lingkungan. Belum lama ini, SBI bersama Semen Indonesia Group selaku induk perusahaan melaksanakan peresmian proyek kolaborasi pengelolaan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif (refuse-derived fuel/RDF) di Cilacap, Jawa Tengah.
Fasilitas yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ini merupakan bentuk kerjasama antara SBI dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Denmark, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkab Cilacap.
Pertama didirikan di Indonesia, fasilitas ini mampu mengelola 120 ton sampah per hari, yang akan diolah menjadi 60 ton RDF untuk dimanfaatkan sebagai substitusi sekitar 45 ton baru bara dalam proses produksi semen di pabrik SBI di Cilacap, Jawa Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




