Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih

Selasa, 5 Januari 2021 | 21:40 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Lembaran baru di tahun 2021 menghembuskan angin segar yang membawa harapan bagi pelaku pasar di sektor properti di Jawa Timur. Pasalnya tahun ini diprediksi akan menjadi masa transisi dan pemulihan pasar properti.

Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Tanoko mengatakan, masa transisi dan pemulihan itu sudah mulai terlihat dalam dua bulan terakhir di 2020. Seluruh pelaku di sektor properti mulai dari konsumen, developer, pekerja hingga perbankan perlahan bergerak bangkit dan maju untuk berusaha memulihkan ekonomi Indonesia.

"Kabar baik adanya vaksin Covid-19, diharapkan membuat perekonomian semakin pulih. Sementara sektor properti terus bergerak beradaptasi dengan era new normal," kata Belinda, Selasa (5/1/2021).

Belinda memapaparkan, hasil riset yang dilakukan Tanrise Property belum lama ini tentang tren dan prediksi perkembangan pasar properti di 2021. Hasilnya, di sektor perumahan, rumah tapak (landed house) dengan harga di bawah Rp 500 juta akan menjadi incaran konsumen.

Sedangkan rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar akan stabil namun sedikit tertunda penjualannya. Adapun rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar akan terbatas, karena pasar rumah mewah akan dipengaruhi secondary market dari investor.

"Untuk sektor vertical housing atau apartemen, unit menengah bawah dengan rentang harga di bawah Rp 400 juta akan menjadi berat, karena low demand but high availability,” papar Belinda.

Lalu, hunian vertikal kelas menengah, yaitu antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar masih akan didominasi oleh investor yang ingin mendapat tingkat pengembalian yang tinggi.

"Sedangkan, hunian vertikal kelas mewah, harga di atas Rp 3 miliar sangat terbatas sekali khususnya di Surabaya, sebab hunian ini memiliki segmen pasar khusus," tandasnya.

Riset juga menunjukkan, kata Belinda, cara pembayaran yang mudah masih merupakan daya tarik bagi pasar ini. Sebab, dalam sektor industrial, Covid-19 merombak pola konsumsi dunia, belanja melalui e-commerce sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan.

"Selain itu, kolaborasi antara e-commerce global dan nasional menjadi alasan peningkatkan sektor industrial properti. Sektor industrial menjadi satu-satunya sektor properti yang masih bertahan dan bergerak secara positif," tandasnya.

Menurut Belinda, properti masih menjadi pilihan investasi dibandingkan sektor lainnya. Kehadiran omnibus law, diyakini menambah kesempatan investasi baik dari investor dalam maupun luar negeri, dan suku bunga pinjaman bank single digit yang semakin menarik dan suku bunga deposito yang kecil. "Dana yang ditabung di bank masih berjumlah besar dan menjadi peluang untuk investasi di sektor properti," terang Belinda.

Belinda menambahkan, Tanrise Property optimistis di tahun 2021 akan menjadi salah satu pionir properti baru dari Surabaya. Apalagi, Tanrise baru saja meraih 2 award dari Indonesia Property Award 2020 by PropertyGuru yang diterima Tanrise pada akhir tahun 2020 kemarin.

"Tanrise Property terus berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mengembangkan properti yang sesuai dengan demand masyarakat," pungkasnya.

Sementara, Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko mengungkapkan, di tahun 2021 ekonomi diyakini bisa bertumbuh sehingga investasi di bidang properti ikut bergerak.

"Dengan nilai mata uang yang semakin tergerus tentunya investasi di sektor properti merupakan peluang. Apabila menunggu ekonomi meningkat baru membeli, bisa saja dari sisi harga sudah ada perubahan,” terang Hermanto.

Menurut Hermanto, selain lokasi, reputasi developer apalagi setelah terkena dampak pandemi ini, siapa di balik proyek-proyek tersebut akan menjadi pertimbangan calon konsumen atau pembeli produk properti. Apalagi, kalau pengembang itu adalah perusahan yang sudah terbuka sehingga akan lebih transparan atau mudah dilihat dari laporan keuangannya.

"Ini yang membanggakan kami, karena Tanrise Property sudah menjadi perusahaan terbuka dengan debt eguity rasio cukup rendah sebesar 28 persen. Ini tentunya bisa menambah keyaninan bagi konsumen pembeli untuk berinvestasi di properti, karena selain lokasi proyek yang bagus, developer terpencaya dan konsep dari proyek yang fokus,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investor Pantau Pemilihan Senat, Indeks Berjangka Wall Street Melemah

Dow Jones futures turun 0,18%, S&P 500 futures turun 0,28%, Nasdaq futures turun 0,45%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Briket Arang Kelapa Indonesia Tembus Pasar Turki

Turki merupakan pasar potensial bagi produk briket arang kelapa Indonesia yang dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Inggris dan Jerman Perketat Lockdown, Bursa Eropa Bervariasi

Indeks Stoxx600 naik 0,06%, DAX Jerman turun 0,1%, FTSE Inggris naik 0,45%, CAC Prancis turun 0,1%, FTSE MIB Italia turun 0,16%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

KBI Dorong Peningkatan Transaksi Multilateral

"Melihat potensi komoditas yang ada di Indonesia, kami optimis kontrak multilateral akan tumbuh dalam waktu-waktu mendatang." kata Sidharta Utama.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Buyung Poetra Rencanakan Stock Split Saham

Rencana pemecahan nilai nominal saham HOKI dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Pemangkasan Gaji Direksi BUMN Dipandang Sudah Tepat

Menteri BUMN Erick Thohir memotong gaji direksi perusahaan perusahaan milik negara sebesar 5 persen mulai tahun 2021.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Pemerintah Harus Fokus Tingkatkan Produktivitas Kedelai Nasional

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi kedelai terbesar di dunia setelah Tiongkok.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 13.865

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (5/1/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 13.865.

EKONOMI | 5 Januari 2021

NYSE Batalkan Delisting 3 Perusahaan Tiongkok, Bursa Asia Mixed

Nikkei 225 turun 0,37%, indeks komposit Shanghai naik 0,73%, Hang Seng Hong Kong naik 0,64%, ASX 200 Australia turun 0,03%, Kospi Korsel naik 1,57%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Akselerasi Transformasi Digital, Ini 6 Fokus Utama Kemkominfo di 2021

Kemkominfo telah menetapkan enam fokus utama di tahun 2021 untuk mendorong akselerasi transformasi digital di Indonesia.

EKONOMI | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS