Logo BeritaSatu

Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih

Selasa, 5 Januari 2021 | 21:40 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Lembaran baru di tahun 2021 menghembuskan angin segar yang membawa harapan bagi pelaku pasar di sektor properti di Jawa Timur. Pasalnya tahun ini diprediksi akan menjadi masa transisi dan pemulihan pasar properti.

Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Tanoko mengatakan, masa transisi dan pemulihan itu sudah mulai terlihat dalam dua bulan terakhir di 2020. Seluruh pelaku di sektor properti mulai dari konsumen, developer, pekerja hingga perbankan perlahan bergerak bangkit dan maju untuk berusaha memulihkan ekonomi Indonesia.

"Kabar baik adanya vaksin Covid-19, diharapkan membuat perekonomian semakin pulih. Sementara sektor properti terus bergerak beradaptasi dengan era new normal," kata Belinda, Selasa (5/1/2021).

Belinda memapaparkan, hasil riset yang dilakukan Tanrise Property belum lama ini tentang tren dan prediksi perkembangan pasar properti di 2021. Hasilnya, di sektor perumahan, rumah tapak (landed house) dengan harga di bawah Rp 500 juta akan menjadi incaran konsumen.

Sedangkan rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar akan stabil namun sedikit tertunda penjualannya. Adapun rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar akan terbatas, karena pasar rumah mewah akan dipengaruhi secondary market dari investor.

"Untuk sektor vertical housing atau apartemen, unit menengah bawah dengan rentang harga di bawah Rp 400 juta akan menjadi berat, karena low demand but high availability,” papar Belinda.

Lalu, hunian vertikal kelas menengah, yaitu antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar masih akan didominasi oleh investor yang ingin mendapat tingkat pengembalian yang tinggi.

"Sedangkan, hunian vertikal kelas mewah, harga di atas Rp 3 miliar sangat terbatas sekali khususnya di Surabaya, sebab hunian ini memiliki segmen pasar khusus," tandasnya.

Riset juga menunjukkan, kata Belinda, cara pembayaran yang mudah masih merupakan daya tarik bagi pasar ini. Sebab, dalam sektor industrial, Covid-19 merombak pola konsumsi dunia, belanja melalui e-commerce sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan.

"Selain itu, kolaborasi antara e-commerce global dan nasional menjadi alasan peningkatkan sektor industrial properti. Sektor industrial menjadi satu-satunya sektor properti yang masih bertahan dan bergerak secara positif," tandasnya.

Menurut Belinda, properti masih menjadi pilihan investasi dibandingkan sektor lainnya. Kehadiran omnibus law, diyakini menambah kesempatan investasi baik dari investor dalam maupun luar negeri, dan suku bunga pinjaman bank single digit yang semakin menarik dan suku bunga deposito yang kecil. "Dana yang ditabung di bank masih berjumlah besar dan menjadi peluang untuk investasi di sektor properti," terang Belinda.

Belinda menambahkan, Tanrise Property optimistis di tahun 2021 akan menjadi salah satu pionir properti baru dari Surabaya. Apalagi, Tanrise baru saja meraih 2 award dari Indonesia Property Award 2020 by PropertyGuru yang diterima Tanrise pada akhir tahun 2020 kemarin.

"Tanrise Property terus berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mengembangkan properti yang sesuai dengan demand masyarakat," pungkasnya.

Sementara, Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko mengungkapkan, di tahun 2021 ekonomi diyakini bisa bertumbuh sehingga investasi di bidang properti ikut bergerak.

"Dengan nilai mata uang yang semakin tergerus tentunya investasi di sektor properti merupakan peluang. Apabila menunggu ekonomi meningkat baru membeli, bisa saja dari sisi harga sudah ada perubahan,” terang Hermanto.

Menurut Hermanto, selain lokasi, reputasi developer apalagi setelah terkena dampak pandemi ini, siapa di balik proyek-proyek tersebut akan menjadi pertimbangan calon konsumen atau pembeli produk properti. Apalagi, kalau pengembang itu adalah perusahan yang sudah terbuka sehingga akan lebih transparan atau mudah dilihat dari laporan keuangannya.

"Ini yang membanggakan kami, karena Tanrise Property sudah menjadi perusahaan terbuka dengan debt eguity rasio cukup rendah sebesar 28 persen. Ini tentunya bisa menambah keyaninan bagi konsumen pembeli untuk berinvestasi di properti, karena selain lokasi proyek yang bagus, developer terpencaya dan konsep dari proyek yang fokus,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Sesi I Babak Belur, Sektor Energi Anjlok Hampir 4%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,22% ke kisaran 7.090,99 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (26/9/2022).

EKONOMI | 26 September 2022

Praktis, Ini Cara Temukan Peluang Trading dengan Mudah

Sinyal trading yang andal dapat mengurangi risiko karena diperbarui secara real time berdasarkan fluktuasi market.

EKONOMI | 26 September 2022

Viral Beda Warna Pertalite Lama dan Baru, Ini Kata Pertamina

Corsec Pertamina Patra Niaga mengatakan warna asli Pertalite adalah bening. Pewarna yang diberikan untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros.

EKONOMI | 26 September 2022

Dukung Ekonomi Digital, BUMN Perkuat Sinergi dengan Startup

Kementerian BUMN menggelar BUMN Startup Day dalam rangka memperkuat sinergi antara BUMN dan startup.

EKONOMI | 26 September 2022

Modal Ventura di Bawah BUMN Sudah Investasi di 336 Startup

Erick Thohir mengungkapkan, lima venture capital di bawah BUMN berada di bawah Bank Mandiri, BNI, BRI, Telkom, dan Telkomsel.

EKONOMI | 26 September 2022

Ancaman Resesi Semakin Kuat, Investor Kripto Tersiksa

Pergerakan pasar aset kripto belum kembali pulih sepenuhnya. Sentimen makroekonomi lagi-lagi menjadi batu sandungan utama.

EKONOMI | 26 September 2022

Kemenkeu Buka Pemesanan ORI022, Kupon 5,95%

Pemerintah menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI022 dengan kupon 5,95% per tahun.

EKONOMI | 26 September 2022

Jokowi Sebut 90% Startup di Indonesia Gagal

Jokowi menyatakan, sebanyak 80% sampai 90% usaha rintisan bidang teknologi atau startup gagal di Indonesia saat merintis usaha

EKONOMI | 26 September 2022

Dolar Tembus Rp 15.100, Saatnya Akumulasi Pounds Selagi Murah

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (26/9/2022), terpantau terdepresiasi ke kisaran Rp 15.105.

EKONOMI | 26 September 2022

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjungkal 1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,98% ke 7.108,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/9/2022).

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
IHSG Sesi I Babak Belur, Sektor Energi Anjlok Hampir 4%

IHSG Sesi I Babak Belur, Sektor Energi Anjlok Hampir 4%

EKONOMI | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings