Pasar Hunian Tapak Terus Meningkat
Rabu, 10 Februari 2021 | 15:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil laporan konsultan properti JLL menyebutkan, potensi pasar rumah tapak atau landed house pada tahun 2020 terus meningkat, terutama di kawasan Jabodetabek.
Country Head JLL, James Allan, menyebutkan, kolaborasi antara pengembang properti lokal dan asing cukup aktif terlihat dari peluncuran rumah tapak di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2020.
"Mencermati potensi sosial ekonomi yang dimiliki Indonesia, investor tetap menaruh minat terhadap sektor logistik dan perumahan tapak atau landed house di tengah pandemi Covid-19," kata James Allan di Jakarta, Rabu (10/2/2021).
Menurut James, kolaborasi antara pengembang lokal dan asing juga tetap aktif. "Kondisi ini terlihat dari peluncuran rumah tapak di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2020," imbuhnya.
James mengatakan, kondisi berbeda dialami oleh segmen kondominium. "Sepanjang tahun 2020 pasar kondominium terus mengalami penurunan tajam, meskipun pada tahun 2019 sektor kondominium ini alami penurunan, tetapi tahun 2020 turun drastis," tandasnya.
Head of Advisory JLL Vivin Harsanto menyebutkan, belum ada peningkatan penjualan di sektor kondominium, karena masih banyak pembeli yang cenderung masih berhati-hati.
"Melihat kondisi ini, para pengembang, khususnya yang memiliki lahan besar, mengubah fokus mereka ke sektor perumahan tapak," kata Vivin.
Vivin mengatakan, selama tahun 2020 peluncuran produk baru untuk rumah tapak tercatat sebanyak 16.000 unit dari 174 klaster.
"Kami melihat para pengembang lebih aktif dalam meluncurkan produk perumahan tapak dan tetap mendapatkan respon yang cukup baik dari pasar," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




