ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Insentif PPN

Galaxy Property Proyeksikan Penjualan Rumah Baru Tumbuh 75%

Jumat, 12 Maret 2021 | 20:53 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha.
CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha. (Istimewa)

Surabaya, Beritasatu.com - Perusahaan agen properti, Galaxy Property, meyakini stimulus insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk hunian akan mendongkrak penjualan rumah baru. Galaxy Property memproyeksikan penjualan tahun ini bisa naik 75% dibanding tahun sebelumnya. Apalagi, kebutuhan konsumen mulai meningkat di awal tahun dan ketersedian stok unit rumah baru dari pengembang juga cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha, mengatakan awal pandemi Covid-19 memang cukup memukul pasar properti di tanah air. Bahkan penjualan Galaxy Property sempat turun 30%.

"Namun, di pertengahan tahun 2020 penjualan kembali naik 30% saat para developer mulai memperkenalkan produk barunya dengan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar," kata Kennard di Surabaya, Jumat (12/3/2021).

Memasuki tahun 2021, jelas Kennard, Galaxy Property optimistis pasar properti tahun ini akan mengalami pertumbuhan yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Itu terlihat dari omzet Galaxy dalam periode dua bulan pertama tahun ini yang tumbuh 20%. Apalagi dengan adanya stimulus pemerintah terkait pembebasan PPN untuk pembelian rumah mulai Maret sampai Agustus 2021 nanti.

ADVERTISEMENT

"Konsumen yang membutuhkan rumah baru baik untuk digunakan sendiri maupun investasi tentu akan memanfaatkan stimulus tersebut. Pengembang tentu juga merespon kebijakan itu dengan menyiapkan ketersedian produknya. Kami proyeksikan omzet tahun ini bisa tumbuh 75%," jelasnya.

Kennard menyebutkan, selama pandemi telah terjadi perubahan di pasar properti. Konsumen yang terikat dengan aturan protokol kesehatan seperti jaga jarak akhirnya lebih memanfaatkan media sosial atau medsos dalam memilih produk properti. Harga yang diincar juga di bawah Rp 1 miliar.

"Karena perubahan itu, para pengembang tertarik merilis produk-produk rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar dan menyasar segmen pengguna langsung atau end user. Langkah itu rupanya cukup strategis dengan banyaknya respon konsumen," imbuhnya.

Menurut Kennard, pandemi juga mendorong kalangan pengembang dan agen properti menyesuaikan konsep pemasaran dengan digital, selain memperluas segmen pasar ke kalangan milenial. Perubahan perilaku selama pandemi ini juga berlaku bagi Galaxians, sebutan untuk Property Consultant Galaxy, dalam hal memasarkan properti.

"Mereka memanfaatkan teknologi video dengan memberikan viewing secara virtual kepada konsumen, selain juga program promo melalui medsos. Cara promosi yang menarik serta gimmick marketing yang tepat menjadi salah satu faktor mengapa penjualan rumah di bawah Rp 1 miliar cukup menggembirakan. Mau tidak mau, Galaxians yang belum familiar dengan medsos harus melakukan akselerasi untuk meningkatkan skill penjualan mereka," terang Kennard.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT