ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Kebutuhan Uang Tunai di Bali Naik, Jadi Rp 1,43 Triliun di Ramadan

Jumat, 14 Mei 2021 | 09:42 WIB
Tb
B
Penulis: Tim beritasatu | Editor: B1
Karyawan merapikan tumpukan uang tunai pecahan kecil dan besar di cash pooling Bank Mandiri, di Jakarta, Jumat, 7 Mei 2021. Bank Mandiri menyiapkan net kebutuhan uang tunai sebesar Rp20,8 triliun atau naik 9,4% yoy untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat hingga 16 Mei 2021 saat periode libur Idul Fitri 1442 H.
Karyawan merapikan tumpukan uang tunai pecahan kecil dan besar di cash pooling Bank Mandiri, di Jakarta, Jumat, 7 Mei 2021. Bank Mandiri menyiapkan net kebutuhan uang tunai sebesar Rp20,8 triliun atau naik 9,4% yoy untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat hingga 16 Mei 2021 saat periode libur Idul Fitri 1442 H. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Denpasar, Beritasatu.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mencatat kebutuhan uang tunai masyarakat di Pulau Dewata selama periode Ramadan 2021 (12 April-11 Mei 2021) mencapai Rp 1,43 triliun.

"Jika dibandingkan periode Ramadan 2020, ada sedikit kenaikan sebesar empat persen, yang tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,37 triliun lebih," kata Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Rabu.

Selain itu pada April 2021 Bank Indonesia selalu memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat Bali yang meningkat dengan nominal sebesar Rp 1,36 triliun atau meningkat hingga 31 persen dibandingkan kebutuhan Maret 2021 sebesar Rp 936 miliar.

"Dalam pemenuhan kebutuhan transaksi keuangan masyarakat pada masa libur Idulfitri, Bank Indonesia tidak hanya menyediakan uang tunai, namun juga memfasilitasi masyarakat untuk dapat bertransaksi secara digital dengan cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Untuk itu sejumlah langkah telah disiapkan yakni bekerja sama dengan perbankan untuk penyediaan ATM sebagai sarana untuk melakukan penarikan uang tunai dan media transaksi nontunai.

Terkait dengan Idulfitri 2021, masyarakat juga dapat saling berbagi kemenangan menggunakan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI (UPK 75) yang merupakan alat pembayaran yang sah sebagaimana pecahan lainnya.

Dalam kesempatan itu Trisno juga menyampaikan sejumlah peniadaan kegiatan operasional di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terkait Idulfitri 1442 H/Tahun 2021.

"Kegiatan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), kegiatan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan layanan kas akan beroperasi normal kembali pada Senin (17/5)," ujar Trisno.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon