Sebulan, Ada 195 Kali Ekspor Produk Kelautan dan Perikanan dari Medan
Rabu, 19 Mei 2021 | 19:55 WIB
Medan, Beritasatu.com - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Medan I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat 195 kali frekuensi ekspor komoditas kelautan dan perikanan ke berbagai negara tujuan selama April atau Ramadan 2021. Adapun empat besar negara tujuan ekspor ialah Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, dan Amerika Serikat (AS).
"Kita patut berbangga, selama April kemarin ekspor dari Medan tetap bergeliat," kata Kepala Balai KIPM Medan I, Muhammad Burlian, Rabu (19/5/2021).
Burlian memaparkan total ekspor selama bulan lalu mencapai 398.297 ekor dan 571,5 ton. Adapun total nilai produk kelautan dan perikanan yang menjangkau pasar ekspor mencapai US$ 3.332.746. Komoditas hidup-konsumsi yang diekspor meliputi kepiting bakau dengan 98 kali pengiriman ke Tiongkok dan Amerika Serikat. Kemudian delapan kali pengiriman lobster air tawar ke pasar Amerika Serikat, labi-labi tujuh kali ke Korea Selatan dan Singapura. "Lalu ikan betutu dan ikan jurung masing-masing empat dan tiga kali pengiriman ke Singapura dan Hong Kong," terangnya.
Sementara komoditas non hidup-konsumsi yang diekspor meliputi kerang segar ke Hong Kong yang mencapai 29 kali pengiriman. Selanjutnya daging nila beku tujuh kali pengiriman ke Amerika Serikat serta enam kali teripang kering dikirim ke Korea Selatan dan AS. "Ada juga daging tuna beku dan ikan layur masing-masing empat dan limaa kali pengiriman ke Thailand, Ekuador dan Tiongkok," jelas Burlian.
Tak hanya komoditas konsumsi, Balai KIPM Medan I juga enam kali melakukan pengiriman ikan hias ke berbagai negara. Burlian menyebut negara tujuan ekspor ikan hias dari Sumatera Utara di antaranya Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Amerika Serikat, Singapura dan Inggris. "Ikan hias yang diekspor mencapai 6.644 ekor senilai US$ 3.397," kata dia.
Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan ekspor produk kelautan dan perikanan. Menurutnya, kegiatan ekspor menjadi bukti bahwa sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju. "Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami memotivasi guna memajukan sektor kelautan dan perikanan lebih maju. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung," kata Menteri Trenggono saat melepas ekspor produk kelautan dan perikanan senilai Rp 1,012 triliun pertengahan April lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




