ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Akuisisi Jembatan Nusantara, Erick: ASDP Jadi Operator Armada Terbesar

Kamis, 3 Maret 2022 | 10:22 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan layanan ferry jarak jauh atau long distance ferry (LDF) Jakarta-Surabaya sejauh 434 nautical mile dengan KM Ferrindo 5 yang melayani perdana pada Sabtu (4/7/2020) dini hari.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan layanan ferry jarak jauh atau long distance ferry (LDF) Jakarta-Surabaya sejauh 434 nautical mile dengan KM Ferrindo 5 yang melayani perdana pada Sabtu (4/7/2020) dini hari. (Beritasatu Photo/Dok. ASDP)

Jakarta, Beritasatu.com-- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan langkah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengakuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) merupakan momentum bersejarah bagi industri penyeberangan Indonesia. Oleh karenanya, Erick menyambut positif penandatanganan Sales Purchasement Agreement (SPA) PT Jembatan Nusantara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Mahkota Pratama dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham PT Jembatan Nusantara.

"Ini salah satu wujud transformasi yang dilakukan ASDP menjadi operator pelayanan transportasi publik yang andal dan mumpuni, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik di seluruh Indonesia," ujar Erick, Kamis (3/3/2022).

Baca Juga: Persiapan IPO, ASDP Indonesia Ferry Resmi Akuisisi Jembatan Nusantara

Sebagai negara kepulauan, ucap Erick, peningkatan fasilitas dan pelayanan dari industri perkapalan, pelabuhan, maupun penyeberangan, merupakan sebuah keharusan. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan.

ADVERTISEMENT

Erick menilai akuisisi tersebut kian memantapkan posisi ASDP sebagai operator dengan armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Melalui akuisisi tersebut, ASDP mendapatkan tambahan 53 unit armada dan mengoperasikan enam lintasan Long Distance Ferry (LDF) sehingga total armada ASDP kini mencapai 219 unit kapal. "Kita berharap akuisisi ini tak sekadar menambah portofolio perusahaan, melainkan meningkatkan kontribusi ASDP kepada negara dan masyarakat," ungkap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Baca Juga: Siap IPO di Kuartal II 2022, ASDP Bidik Dana Rp 4 Triliun

Erick mengatakan akuisisi merupakan salah satu langkah transformasi ASDP menuju Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana pada tahun ini. Dengan go public, Erick menyebut ASDP akan mendapatkan pendanaan untuk melakukan investasi atau memperbaiki armada kapal penyeberangan. Pasalnya, ungkap Erick, rata-rata usia kapal ASDP sudah cukup tua dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jasa. "Saya selalu menekankan ASDP untuk tetap menjaga standarisasi keselamatan dan pelayanan yang prima kepada seluruh pengguna jasa," pesan Erick.

Erick meminta ASDP tetap meneruskan inovasi, seperti yang telah dilakukan dalam layanan pembelian tiket ferry berbasis daring, Ferizy. Erick mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring. "Tantangan disrupsi saat ini dan ke depan harus diantisipasi oleh ASDP dengan terus mengedepankan inovasi dan teknologi," kata Erick.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

ASDP dan Jembatan Nusantara Angkut 1,3 Juta Kendaraan

ASDP dan Jembatan Nusantara Angkut 1,3 Juta Kendaraan

EKONOMI
KPK Panggil Dirut PT Pintu Kemana Saja Terkait Kasus Korupsi ASDP

KPK Panggil Dirut PT Pintu Kemana Saja Terkait Kasus Korupsi ASDP

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon