Kemenkeu Siapkan Rp 44,8 Triliun Untuk Percepatan Penurunan Stunting
Selasa, 14 Juni 2022 | 11:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran Rp 44,8 triliun untuk penanganan stunting di tahun 2022 ini. Pemerintah menargetkan untuk menurunkan stunting hingga di angka 14% di tahun 2024. Saat ini prevalensi stunting masih cukup tinggi di posisi 24,4%.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bila dirinci jumlah Rp 44,8 triliun ini terbagi dalam beberapa kelompok yaitu Rp 34,1 triliun tersebar pada 17 Kementerian/Lembaga (K/L) di pemerintah pusat. Anggaran tersebut untuk mengurus masalah suplai, kesehatan, dan demand rumah tangga.
Berikutnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk penanganan stunting sebesar Rp 8,9 triliun. Sedangkan DAK nonfisik untuk penurunan stunting sebesar Rp 1,8 triliun. Adapun DAK nonfisik akan digunakan untuk non fisik untuk juga Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), dana ketahanan pertanian.
Baca Juga: Iriana Tinjau Penanganan Stunting di Kampung Mola Wakatobi
"Kita bisa melihat dana alokasi dana yang kita gelontorkan ke daerah untuk kepentingan mencegah stunting tidak kurang dari sekitar Rp 44,8 triliun. Anggaran yang besar ini kami harapkan memberikan manfaat yang luar biasa," ucap Suahasil Nazara dalam acara Sosialisasi Arah Kebijakan DAK Tahun 2023 untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting pada Selasa (14/6).
Dia mengatakan sudah ada progres dalam upaya penurunan stunting, namun pemerintah pusat melalui K/L terkait dan pemerintah daerah harus bergerak cepat untuk menurunkan prevalensi stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak dan memiliki dampak multidimensi. Permasalahan stunting tidak hanya memerlukan penanganan soal kesehatan tetapi juga lingkungan dan seluruh elemen terkait.
"Stunting memiliki implikasi kepada generasi penerus, implikasi kepada kehidupan dan implikasi kepada produktivitas. Pada gilirannya adalah implikasi kepada kehidupan ekonomi, produktivitas, dan kemajuan ekonomi Indonesia," tutur Suahasil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




