ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini 7 Jurus BI Turunkan Inflasi Pangan Kembali ke 5%

Rabu, 31 Agustus 2022 | 12:54 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Suasana transaksi jual beli di Pasar Mede, kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Suasana transaksi jual beli di Pasar Mede, kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) terus berupaya mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi, salah satunya melalui kick off gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (Gernas PIP) di Provinsi Sumatera Utara. Melalui sinergi dan koordinasi yang dilakukan, harapannya inflasi pangan yang Juli 2022 lalu mencapai 11,5% year-on year (YoY) bisa ditekan menjadi 5% YoY.

"Target kita adalah bagaimana menurunkan inflasi pangan yang tadinya 11,5% menjadi kembali ke 5%," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung dalam acara kick off Gernas PIP di Provinsi Sumatera Utara yang juga disiarkan secara daring, Rabu (31/9/2022).

Juda menyampaikan, ada tujuh program Gernas PPI yang telah disiapkan dalam upaya mengendalikan inflasi pangan. Pertama, optimalisasi anggaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah (pemda) untuk operasi pasar dan stabilisasi harga, serta untuk menjaga daya beli.

Baca Juga: BI: Inflasi Pangan Mulai Ancam Kesejahteraan Masyarakat

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah, Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran yang memberikan kewenangan kepada kepala daerah untuk melakukan hal ini. Tentu saja ini merupakan payung hukum bagi upaya pengendalian inflasi," terang Juda.

Kedua, pentingnya kerja sama antar daerah. Ketiga, mengoptimalkan distribusi pangan strategis melalui subsidi ongkos angkut. Keempat, penguatan ketahanan komoditas hortikultura dan pasokan pangan strategis lainnya, khususnya komoditas cabai dan bawang merah yang saat ini menjadi sumber inflasi pangan di banyak daerah.

Kelima, peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Keenam, inovasi digitalisasi di dalam produksi pertanian. Ketujuh, memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Inflasi pangan ini tidak bisa ditangani oleh Kementerian Pertanian sendiri, apalagi ditangani oleh Bank Indonesia sendiri, tidak bisa oleh pemda sendiri. Semua harus bergandengan tangan untuk mengatasi inflasi pangan ini," tegas Juda.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon