ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kendalikan Inflasi, Pemda Diminta Lakukan Delapan Langkah Ekstra

Rabu, 14 September 2022 | 16:21 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus mengantisipasi kenaikan inflasi dalam 4 bulan terakhir. Apalagi pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sejak 3 September 2022. Untuk itu, ada delapan langkah extra effort harus dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, untuk mengantisipasi kenaikan inflasi pada akhir tahun, daerah perlu memperluas kerja sama antardaerah (KAD) terutama untuk daerah surplus/defisit dalam menjaga ketersediaan suplai komoditas. Selanjutnya adalah melaksanakan operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholders. Yang juga penting, daerah perlu memanfaatkan platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi.

"Daerah bisa menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) dalam pengendalian inflasi, mengoptimalkan dana alokasi khusus (DAK) untuk tematik ketahanan pangan, dan pemanfaatan 2% dana transfer umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial," kata Airlangga dalam paparannya di acara Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Kencangkan Ikat Pinggang, Inflasi Bisa Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi

ADVERTISEMENT

Langkah selanjutnya adalah mempercepat implementasi program tanam pangan pekarangan, misalnya cabai, untuk mengantisipasi tingginya permintaan di akhir tahun. Berikutnya adalah menyusun neraca komoditas pangan strategis oleh seluruh pemerintah daerah, memperkuat sarana-prasarana penyimpanan produk hasil panen terutama di daerah sentra produksi, serta memperkuat sinergi tim pengendalian inflasi pusat dan daerah melalui gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP) untuk mempercepat stabilitas harga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Agustus 2022 mencapai 4,69%, utamanya karena inflasi pangan mencapai 8,93%. Airlangga menyampaikan, kenaikan harga BBM juga diperkirakan akan mengerek inflasi hingga 2%.

"Dalam 4 bulan ini betul-betul kita akan menghadapi target-target inflasi yang secara nasional kita menargetkan untuk pangan di bawah 5%. Karena dari sundulan inflasi dari sektor energi, itu bisa sampai 1,6% sampai 2%. Jadi kita harus berhati-hati dan sundulan langsung itu selalu ke sektor transportasi," kata Airlangga.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon