APJII: Perang Tarif Ancam Ekosistem Bisnis Fixed Broadband
Selasa, 25 Oktober 2022 | 18:34 WIB
Sementara itu, CEO Selular Uday Rayana menyampaikan, persaingan ketat antar pemain fixed broadband menjadikan harga sebagai instrumen utama memenangkan pasar. Dengan adanya banyak penyelenggara di bisnis ini, potensi munculnya perang tarif dapat saja terjadi.
Padahal, menurut Uday, pembangunan infrastruktur penyediaan akses internet ini tidaklah murah. Sejumlah pemerintah daerah bahkan memungut tarif kepada penyedia jasa internet yang akan membangun infrastruktur jaringan.
Baca Juga: Perang Tarif Marak, Saham Emiten Telekomunikasi Layak Dikoleksi
"Di sisi lain, perizinan yang diberlakukan dinilai cukup rumit. Padahal akses internet kini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Sehingga seharusnya penyedia jaringan diberikan keleluasaan," kata Uday.
Meski persaingan kini menjurus ketat, Uday berharap agar penyedia jasa fixed broadband tidak semata mengandalkan perang tarif murah sebagai instrumen utama dalam menarik pelanggan. Pasalnya, tarif murah akan menjadikan industri ini menjadi tidak sehat.
"Belajar dari perang tarif di industri seluler yang membuat operator berdarah-darah, maka kunci untuk untuk bisa tetap survive, operator perlu menerapkan strategi bisnisnya secara konsisten," pungkas uday.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




