ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS: Oktober Deflasi 0,11%, Inflasi Tahunan Melambat ke 5,71%

Selasa, 1 November 2022 | 12:42 WIB
FB
AK
FB
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisonal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Oktober 2022 terjadi deflasi sebesar 0,11% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Oktober 2022 sebesar 4,73% dan inflasi tahunan melambat ke 5,71% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,75.

Inflasi year on year tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11% dengan IHK sebesar 112,73 dan terendah terjadi di Ternate sebesar 3,32% dengan IHK sebesar 110,75.

"Inflasi terlihat mulai melemah. Pada Oktober 2022 terjadi inflasi sebesar 5,71%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam konferensi pers, Selasa (1/11/2022).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, terdapat beberapa penyesuaian harga energi belakangan ini, antara lain kenaikan harga Pertamax, Pertalite, dan Solar pada awal September 2022. Namun, pada 1 Oktober 2022, harga Pertamax diturunkan.

"Penyumbang inflasi tertinggi (yoy) antara lain bensin, tarif angkutan dalam kota, solar, dan tarif antar kota serta rumah tangga," ujarnya.

Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Oktober 2022 sebesar 3,31%, inflasi m-to-m sebesar 0,16%, dan inflasi y-to-d sebesar 2,97%.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,76%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,50%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,30%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,08%; kelompok kesehatan sebesar 2,70%; kelompok transportasi sebesar 16,03%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,85%; kelompok pendidikan sebesar 2,74%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,72%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,41%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42%.

Dari 90 kota yang dipantau BPS inflasi year on year tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11%. Bila dirinci penyebab inflasi di Tanjung Selor adalah tarif angkutan udara dengan andil 2,08%, bensin 1,27%, bahan bakar rumah tangga dengan 0,87% dan cabai rawit dengan andil 0,50% . Sementara itu inflasi terendah terjadi di Ternate yaitu sebesar 3,32 %.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon