Penurunan Harga Komoditas Pangan Pemicu Deflasi Oktober
Selasa, 1 November 2022 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada Oktober 2022 terjadi deflasi sebesar 0,11% secara bulanan (month-to-month/mtm). Deflasi disebabkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sedangkan kelompok transportasi masih mengalami inflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm pada Oktober 2022, antara lain cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, tomat, bawang merah, cabai hijau, tarif angkutan udara, dan emas perhiasan.
"Pada bulan Oktober kalau kita bandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya ini mengalami deflasi 0,11%. Deflasi 0,11% secara mtm terjadi penurunan IHK dari 112,87 pada September 2022 menjadi 112,75 di Oktober 2022," ucap Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS Jakarta, Selasa (1/11/2022).
Bila dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran maka yang memberikan andil deflasi terbesar adalah kelompok makanan,minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,97%.
Kelompok ini pada Oktober 2022 memberikan andil deflasi mtm sebesar 0,25%. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi mtm, yaitu cabai merah sebesar 0,13%; telur ayam ras sebesar 0,06%; daging ayam ras dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03%; minyak goreng sebesar 0,02%; tomat, bawang merah, dan cabai hijau masing-masing sebesar 0,01%. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu beras sebesar 0,03%; rokok kretek filter dan tempe masing-masing sebesar 0,01%.
"Bisa dikatakan deflasi untuk komoditas cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit ini yang menyebabkan deflasi Oktober 2022. Komoditas cabai merah, daging ayam ras, dan cabai rawit mengalami deflasi dua bulan berturut-turut," kata Setianto.
Pada saat yang sama kelompok transportasi mengalami inflasi hingga 0,35% dengan andil inflasi mtm sebesar 0,05%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,01%. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm, yaitu bensin sebesar 0,03%; tarif angkutan dalam kota sebesar 0,01%.
"Di beberapa kota mulai menaikkan tarif angkutan dalam kota sehingga mendorong inflasi pada kelompok transportasi," kata Setianto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




