Raksasa Alustsista KNDS Perkuat Industri Pertahanan di Indonesia
Jumat, 13 Juni 2025 | 20:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pameran industri pertahanan terbesar di Asia Tenggara, Indo Defence 2025, menjadi momen penting bagi KMW+NEXTER Defense Systems (KNDS) untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
Chief Representative Officer KNDS Indonesia, Thomas Gerard, menyampaikan Indonesia telah menjadi mitra utama KNDS selama lebih dari 40 tahun melalui berbagai kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta.
"Itulah mengapa Indo Defence sangat penting bagi kami. Lebih dari 15 delegasi KNDS dari Prancis hadir untuk mengembangkan kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI, BUMN, dan sektor swasta,” ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Selama pameran berlangsung, KNDS menandatangani lima nota kesepahaman (MoU). Di antaranya dua MoU dengan PT Pindad untuk pengembangan sistem artileri dan amunisi kaliber besar, serta dengan PT Dirgantara Indonesia untuk penyediaan peralatan helikopter yang dilengkapi meriam 20 mm.
KNDS juga meneken MoU dengan PT SSE guna menyempurnakan kendaraan P2-TIGER buatan dalam negeri menggunakan sistem dari KNDS. Selain itu, kerja sama riset dan pengembangan juga dijalin dengan Balitbang Kementerian Pertahanan dalam bidang pertahanan darat.
"Ke depan, kami berharap dapat membangun dan memperkuat industri pertahanan Indonesia melalui alih teknologi perakitan sistem artileri dan manufaktur amunisi kaliber besar,” kata Gerard.
Menurutnya, tujuan strategis KNDS adalah memperkuat kehadiran di pasar domestik Indonesia, sebelum menjangkau pasar regional melalui ekspor.
Sementara itu, Ammunition Marketing Director KNDS, Eric Monthuis, menyampaikan apresiasinya terhadap Indo Defence 2025 karena menjadi wadah untuk menampilkan keunggulan produk amunisi KNDS.
“Kami menampilkan amunisi kaliber menengah hingga besar, mulai dari 20 mm hingga 155 mm, untuk operasi militer di darat, laut, dan udara. Untuk tank, kami memiliki amunisi 90 mm hingga 120 mm, dan untuk artileri, portofolio kami sangat lengkap,” jelasnya.
Artillery Marketing Director KNDS, Olivier Fort, menambahkan bahwa sistem artileri Caesar menjadi salah satu andalan KNDS. Indonesia saat ini telah mengoperasikan 56 unit Caesar dan menjadi pengguna ketiga terbanyak secara global.
"Caesar adalah sistem terbaik karena keahlian kami dalam pembuatan laras (barel) dan ruang pelatuk (breech) yang sangat canggih. Sistem ini telah terbukti dalam berbagai operasi tempur, termasuk di Irak dan Ukraina,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa desain arsitektur Caesar disesuaikan dengan kebutuhan perang modern, termasuk integrasi dengan sistem informasi medan perang (User Interface Field Information System/UI FIS).
Sebagai informasi, KNDS merupakan hasil konsolidasi dua raksasa industri pertahanan darat Prancis, Krauss-Maffei Wegmann (KMW) dan Nexter Systems. KNDS memiliki sekitar 10.000 karyawan, mencatat omzet € 3,8 miliar pada 2024, serta memegang nilai pesanan tertunda sebesar € 23,5 miliar dan pesanan masuk senilai € 11,2 miliar.
Produk KNDS meliputi tank tempur utama, kendaraan lapis baja, sistem artileri, senjata, amunisi, jembatan militer, sistem manajemen pertempuran, solusi pelatihan dan perlindungan, serta layanan pelanggan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




