Trump Ancam Bom Iran Lagi dan Batalkan Rencana Cabut Sanksi
Sabtu, 28 Juni 2025 | 06:22 WIB
Washington, Beritasatu.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (27/6/2025). Ia juga membatalkan rencana pencabutan sanksi terhadap Iran dan menyatakan siap mempertimbangkan serangan militer lanjutan jika Teheran kembali memperkaya uranium ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Pernyataan Trump muncul sebagai respons atas komentar pertama Khamenei pascakonflik selama 12 hari dengan Israel, yang berakhir setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap beberapa situs nuklir Iran akhir pekan lalu.
Khamenei menyebut Iran telah menampar muka Amerika melalui serangan ke pangkalan utama militer AS di Qatar, sebagai balasan atas serangan bom yang diluncurkan AS. Ia juga menegaskan Iran tidak akan pernah menyerah.
Trump, dalam unggahan di media sosial, menyatakan dirinya telah menyelamatkan nyawa Khamenei. Pejabat AS mengungkapkan kepada Reuters bahwa pada 15 Juni lalu, Trump memveto rencana Israel untuk membunuh pemimpin tertinggi Iran tersebut.
"Negaranya hancur lebur, tiga situs nuklir jahatnya dihancurkan, dan saya tahu persis di mana dia berlindung, dan saya tidak akan membiarkan Israel, atau angkatan bersenjata AS, yang sejauh ini merupakan yang terhebat dan terkuat di dunia, mengakhiri hidupnya," ujar Trump.
"Saya menyelamatkannya dari kematian yang sangat buruk dan memalukan," ungkapnya
Trump juga mengaku sempat mempertimbangkan pencabutan sanksi agar Iran memiliki kesempatan untuk pulih secara ekonomi. Namun, setelah pernyataan provokatif dari Khamenei, ia langsung membatalkan seluruh upaya tersebut.
"Saya mendapat pernyataan kemarahan, kebencian, dan rasa jijik, dan langsung menghentikan semua pekerjaan terkait keringanan sanksi, dan lain-lain," tambahnya.
Saat ditanya dalam konferensi pers di Gedung Putih mengenai kemungkinan serangan lanjutan ke Iran, Trump menjawab tegas, tentu saja.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap situs nuklir Iran yang telah dibom dan berharap inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau pihak tepercaya lainnya dapat memverifikasi kondisi terbaru situs-situs tersebut.
Trump mengeklaim bahwa fasilitas nuklir Iran tersebut telah hancur lebur, dan menolak anggapan bahwa kerusakan tidak sebesar yang dikatakannya. Meski demikian, ia menyatakan akan mendukung IAEA untuk melakukan inspeksi.
Kepala IAEA Rafael Grossi sebelumnya mengatakan memulai kembali proses inspeksi merupakan prioritas utama badan tersebut, mengingat sejak Israel mulai mengebom situs nuklir Iran pada 13 Juni 2025, belum ada pengawasan yang dilakukan.
Namun, parlemen Iran telah menyetujui langkah untuk menangguhkan inspeksi IAEA. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi bahkan mengindikasikan Teheran kemungkinan besar akan menolak permintaan Grossi untuk mengunjungi situs-situs nuklir tersebut.
Trump menyatakan ia meragukan Iran masih berkeinginan mengembangkan senjata nuklir setelah mengalami gempuran serangan udara gabungan dari AS dan Israel. Ia menggambarkan Iran sebagai kelelahan.
Meski begitu, Trump mengeklaim Iran tetap ingin membuka pembicaraan mengenai langkah selanjutnya. Namun, menurut Gedung Putih hingga kini belum ada pertemuan resmi antara Amerika Serikat dan delegasi Iran yang dijadwalkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




