Tragedi Air India, Korsel Wajibkan Periksa Sakelar Bahan Bakar Boeing
Senin, 14 Juli 2025 | 17:14 WIB
Seoul, Beritasatu.com – Pemerintah Korea Selatan bersiap menginstruksikan seluruh maskapai penerbangan domestik yang mengoperasikan pesawat jet Boeing untuk melakukan pemeriksaan terhadap sistem sakelar pemutus bahan bakar. Langkah ini diambil sebagai respons atas investigasi kecelakaan fatal pesawat Air India yang menewaskan 260 orang.
Fokus investigasi kini tertuju pada sakelar pemutus bahan bakar, menyusul laporan awal yang merujuk imbauan dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada 2018. Laporan tersebut mengindikasikan adanya potensi risiko pada sakelar bahan bakar pesawat Boeing 787-8, jenis pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Juru bicara Kementerian Perhubungan Korea Selatan menyatakan bahwa langkah pemeriksaan ini mengikuti rekomendasi FAA, meskipun belum ditentukan batas waktu pelaksanaannya.
Sementara itu, Boeing enggan memberikan komentar dan mengarahkan pertanyaan kepada FAA. Pihak FAA sendiri belum memberikan pernyataan resmi di luar jam kerja.
Dalam kecelakaan yang terjadi, sakelar pemutus bahan bakar diketahui berpindah hampir bersamaan dari posisi "run" ke "cut-off" sesaat setelah lepas landas. Namun, laporan awal tidak menjelaskan secara rinci bagaimana perpindahan itu bisa terjadi selama penerbangan.
Rekomendasi FAA pada 2018 menyarankan, maskapai yang mengoperasikan beberapa model Boeing, termasuk 787, untuk memeriksa sistem pengunci sakelar bahan bakar guna mencegah perpindahan yang tidak disengaja.
Pada Minggu (13/7/2025), Reuters melaporkan bahwa Boeing dan FAA secara tertutup telah menyampaikan kepada regulator dan maskapai bahwa sistem pengunci tersebut dinilai aman dan tidak memerlukan pemeriksaan tambahan.
Laporan awal dari Air India menyebutkan bahwa pihak maskapai tidak melakukan inspeksi sebagaimana disarankan FAA, dengan alasan bahwa rekomendasi tersebut tidak bersifat wajib. Meski demikian, catatan pemeliharaan menunjukkan bahwa modul kontrol katup bahan bakar, termasuk sakelar terkait, telah diganti pada tahun 2019 dan 2023 pada pesawat yang mengalami kecelakaan.
Dalam memo internal pada Senin (14/7/2025), CEO Air India Campbell Wilson menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan menyatakan bahwa akan sangat prematur jika mengambil kesimpulan sepihak berdasarkan laporan awal saja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




