ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Ancam Kembali Bom Fasilitas Nuklir Iran Jika Diperlukan

Selasa, 22 Juli 2025 | 11:28 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Trump disebut menyampaikan ketidaksetujuannya pada Israel atas rencana pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Trump disebut menyampaikan ketidaksetujuannya pada Israel atas rencana pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesiapan negaranya untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran apabila situasi dianggap memerlukan tindakan lanjutan.

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui media sosial pada Senin (21/7/2025), menyusul komentar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terkait kerusakan parah di situs nuklir negaranya.

“Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengenai situs nuklir Iran: 'Kerusakannya sangat parah, mereka hancur'. Tentu saja hancur, seperti yang saya katakan, dan kami akan melakukannya lagi, jika perlu!” tulis Trump, dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Trump juga menyindir CNN dengan menyarankan agar media tersebut memecat salah satu reporternya dan menyampaikan permintaan maaf kepada Trump serta para pilot yang melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan militer terhadap Iran bermula pada 13 Juni, ketika Israel meluncurkan operasi udara dengan dalih bahwa Teheran secara diam-diam sedang mengembangkan senjata nuklir. Serangan itu menyasar sejumlah target strategis, termasuk pangkalan udara, komando militer, dan pusat penelitian nuklir, serta menyebabkan sejumlah tokoh penting Iran tewas.

Iran membantah tuduhan tersebut dan membalas dengan menyerang fasilitas militer AS, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada 22 Juni. Meski melakukan aksi balasan, Teheran menyatakan tidak berniat memperluas konflik lebih lanjut.

Trump menanggapi respons Iran sebagai bentuk pelampiasan kemarahan dan mengklaim bahwa tindakan itu justru membuka peluang menuju perdamaian.

“Iran telah melampiaskan amarahnya, dan itu bisa membuka jalan menuju perdamaian di Timur Tengah,” ungkap Trump.

Pada 24 Juni, Israel dan Iran disebut telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, mengakhiri konflik bersenjata selama 12 hari yang sempat memicu kekhawatiran regional dan global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon